Sumenep-Infokom News Room : Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Bambang Sudibyo mengatakan, Propinsi Jawa Timur menempati urutan pertama paling banyak jumlah penduduknya yang buta aksara. Kemudian diurutan kedua ada Jawa Tengah dan ketiga Jawa Barat, kata Mendiknas ketika membuka Sosialisasi Program Pemberantasan Buta Aksara secara nasional di Hotel Sahid Jaya, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (17/12). Bambang Sudibyo mengatakan, pada tahun 2004 di Indonesia, penduduk berumur 10 tahun ke atas yang buta aksara sekitar 15,04 juta orang. Dari jumlah itu, sebanyak 81,26 prosennya terdapat di sembilan Propinsi. Dikatakan Bambang, penduduk dalam kategori itu di Jawa Timur ada 29,32 prosen, Jawa Tengah 21,39 prosen dan Jawa Barat 10,66 prosen. Jadi, penduduk yang buta aksara itu sebagian besar berada di Jawa. “Orang Jawa jangan menghina kepada saudara-saudaranya yang ada di Papua, bahwa disana banyak buta aksara, padahal di Jawa justeru paling banyak yang buta aksara�, katanya. “Saya ini Mendiknas yang asalnya dari Temanggung, Jawa Tengah. Tetapi, daerah kami justeru menjadi kantong buta aksara. Kami malu. Makanya, untuk sosialisasi ini dipusatkan di Solo�, ujarnya. Pemberantasan buta aksara ini sangat penting artinya bagi kehidupan masyarakat yang menginginkan untuk merubah nasibnya. Pasalnya, antara buta aksara dengan kemiskinan berhimpitan. Pemerintah menggalakkan pemberantasan buta aksara ini juga dimaksudkan untuk merubah nasib bangsa menjadi lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pemberantasan buta aksara, kata Bambang Sudibyo, nantinya rakyat akan bisa menelaah informasi dan semua harus bisa membaca. Apabila rakyat pandai, otomatis akan cepat menyerap informasi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan. Lebih lanjut Mendinas mengatakan, penyandang buta aksara di Indonesia, dua pertiganya kaum perempuan. Maka dari itulah, dalam sosialisasi itu, pesertanya banyak dari organisasi perempuan. Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Luar Sekolah, Ace Suryadi mengatakan, di dunia ini ada 800 juta penyandang buta aksara dan sebagian besar kaum perempuan, termasuk di Indonesia. Penyandang buta aksara tersebut tersebar di 24 negara, termasuk diantaranya Indonesia. Sehingga melalui gerakan ini diharapkan sampai tahun 2009 nanti, pemerintah Indonesia dapat mengentaskan masyarakat buta aksara itu sekitar 50 prosen. ( KCM, Esha )