Sumenep-Kominfo News Room : Memasuki musim pancaroba atau pergantian waktu seperti sekarang ini, seluruh wilayah baik kota maupun kabupaten di seluruh Jatim, sangat berpotensi terkena serbuan angin puting beliung. Hal tersebut seperti diprediksikan Badan Metereologi dan Geofisika (BMG) Maritim Tanjung Perak Surabaya. Kasi Observasi dan Informasi BMG Maritim, Arif Triyono mengatakan, angin puting beliung sangat wajar kalau menerpa daerah-daearh yang ada di Jatim. "Puting beliung terjadi akibat adanya awan comulonimbus, yang berdampak pada aktivitas pergerakan uap dan air diudara," ungkap Arif kepada Surya, Jumat (3/11). Arif menambahkan, musim pergantian dari kemarau menuju ke musim penghujan seperti ini, sudah selayaknya kalau akan terjadi perbedaan siklus pula. Salah satunya adalah keberadaan angin yang sangat kencang disertai dengan hujan deras. "Itu sudah musimnya dan tidak bisa dihindari. Memang, seperti angin puting beliung itu tidak mesti terjadi, tetapi kebanyakan bisa terjadi di Jatim khususnya," katanya singkat. Diterangkan, salah satu penyebab adanya puting beliung adalah awan comulonimbus. Sehingga, ketika awan tersebut tidak ada, maka angin puting beliung atau masyarakat sering menyebutnya angin setan tersebut tidak akan terjadi. "Ciri-ciri keberadaan awan penyebab puting beliung tersebut sangat mudah dideteksi. Karena, warnanya sangat berbeda dengan warna awan secara umumnya," sambungnya. Ciri-ciri tersebut adalah, tinggi dasar awan jaraknya hanya kurang lebih 400-500 meter dari permukaan laut. Selain itu, tinggi dasarnya warna terlihat kehitam-hitaman dan seakan mengandung sesuatu didalamnya. "Memang benar, didalamnya awan tersebut ada pergerakan udara dan air yang bisa menyebabkan adanya tiupan yang sangat kencang. Pergerakan tersebut terwujud dengan gerakan naik turun yang langsung bersamaan munculnya hujan lebat dan angin kencang," tegasnya. Maka, adanya angin puting beliung di Kabupaten Bojonegoro dan Madiun, akan disusul dengan munculnya hal yang sama di beberapa kabupaten maupun tempat lainnya. ( Surya,Ong )