News Room, Jum’at ( 26/02 ) Bulan Januari 2010, Kabupaten Sumenep mengalami Inflasi sebesar 0,64 persen. Sedangkan, laju inflasi tingkat Jawa Timur pada bulan Januari 2010 sebesar 0,55 persen dan nasional mencapai 0,84 persen. Tingginya laju inflasi pada bulan Januari itu, menyebabkan Kabupaten Sumenep berada diperingkat ke 5, dari 10 Kota di Jawa Timur, yang melakukan Indeks Harga Konsumen (IHK). Kasie Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Kadarisman mengatakan, inflasi Sumenep bulan Januari 2010 terjadi, karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok bahan makanan 1,64 persen. “Selain itu, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau juga naik sebesar 1,12 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,12 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,11 persen,â€Âkatanya. Sementara, sepuluh komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap inflasi adalah beras, gula pasir, ikan tongkol, kacang panjang, ikan pindang asin, telur ayam ras, daging ayam ras, jeruk, apel, kepiting/rajungan dan daun bawang. Ia menjelaskan, untuk kelompok yang mengalami deflasi atau penurunan harga, yakni terjadi pada kelompok sandang sebesar 0,65 persen. “Namun, untuk kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga, serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan, tidak mengalami perubahan,â€Âungkapnya menuturkan. Laju inflasi Sumenep secara tahunan, kata Kadarisman, untuk Januari 2010 terhadap Januari 2009) mencapai 3,55 persen. Kemudian, Jawa Timur sebesar 4,24 persen dan Nasional sebesar 3,72 persen. ( Nita, Esha )