News Room, Kamis ( 28/05 ) Pemilihan Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Berprestasi Tingkat Kabupaten Sumenep tahun 2015 diharapkan tidak dijadikan sebuah tujuan. Namun, jika nantinya terpilih menjadi guru berprestasi di tingkat Kabupaten Sumenep, syukur-syukur sampai tingkat nasional, semua itu merupakan buah dari pengorbanan selama ini.
Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. Hadi Soetarto, M.Si saat acara pembukaan Pemilihan Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Berprestasi Tingkat Kabupaten Sumenep tahun 2015, di Hotel Utami Sumekar, Kamis (28/05).
“Sebab, jika saudara hanya mengejar pengakuan belaka, maka saudara akan bekerja tanpa keikhlasan,”ungkapnya.
Kemudian yang ke dua menurut mantan Kepala Bappeda Sumenep ini, seorang guru haruslah menjadi teladan. Bukan hanya di dalam kelas, tetapi juga dalam masyarakat.
Jika mungkin banyak guru yang cerdas dan memiliki kompetensi yang baik, tapi kadang-kadang belum mampu menjadi teladan bagi anak didiknya, sehingga mengakibatkan banyak anak didik kita yang malah meneladani tokoh-tokoh dari luar. Padahal, semangat dan karakter mereka belum tentu sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa ini.
Selanjutnya, pihaknya berharap pula, jika kegiatan tersebut tidak hanya dijadikan kegiatan seremonial belaka. Tetapi harus ada manfaatnya bagi perkembangan dunia pendidikan di Kabupaten Sumenep.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs. H. Achmad Shadik, M.Si mengungkapkan, peserta guru teladan sebanyak 100 orang mulai dari tingkat TK/RS, SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/MA di Kabupaten Sumenep, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru, Kepala Sekoalah dan Pengawas Pendidikan di Kabupaten Sumenep.
“Yang jelas, ada 3 hal yang harus dipenuhi, yakni mengikuti tes tulis, wawancara dan mempresentasikan karya tulis ilmiyah yang dimiliki,”tambahnya.
Disamping itu, nantinya para pemenang guru berprestasi akan diikutkan untuk mengikuti ajang guru berprestasi tingkat Propinsi bahkan nasional. Dan sebagai bonus tambahan, nantinya bagi guru berprestasi meskipun tidak mengikuti PSTP, bisa jadi Kepala Sekolah. ( Ren, Esha )