Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-08-2008
  • 670 Kali

Jalur Pelayaran Antar Pulau Tetap Lancar

News Room, Senin (19/08) Meskipun jalur penyeberangan Ketapang (Banyuwangi) - Gili Manuk (Bali) pada Senin malam (18/8) kemarin ditutup untuk operasional armada pelayaran komersil, namun itu tidak berpengaruh terhadap pelayaran di Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep. Aktifitas pelayaran komersil tetap lancar, tidak ada gangguan berarti maupun ancaman ombak besar dan angin kencang, yang biasanya terjadi setiap memasuki bulan Agustus. “Pelayaran di Kalianget, yang melayani trayek Kalianget-Masalembu, Jangkar dan Sapudi, lancar-lancar saja,” kata Kepala Kantor Administratur Pelabuhan (Adpel) Kalianget, Abd Rachem, ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (19/08). Secara umum Abd. Rachem mengatakan, cuaca laut sejak Juli hingga September mendatang memang labil dan sulit diprediksi. Jika pagi hari tidak ada angin maupun ombak, namun di siang hari angin tiba-tiba berubah kencang dan terjadi ombak besar. “Namun kondisi itu tidak sampai mengganggu aktifitas pelayaran komersiil yang melintasi perairan Kabupaten Sumenep," ujarnya. Ia mengaku, cuaca laut memang harus diwaspadai setiap waktu, karena perubahannya sangat cepat. Untuk itu, pihaknya selalu menghimbau kepada nahkoda masing-masing armada, jika menjumpai cuaca buruk, agar segera berlindung dan menghentikan pelayarannya. “Apalagi, ketika kharus melalui perairan Kangean dan Masalembu yang ombaknya mencapai tiga meter, kami selalu meminta operator pelayaran komersil untuk selalu waspada,” tegasnya. Abd. Rachem menjelaskan, sampai saat ini belum ada armada yang berhenti beroperasi. Armada perintis yang melewati perairan Kangean dan Masalembu tetap jalan. Terbukti, Selasa pagi pukul 08.00 WIB, KMP Manila milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) berlayar dari Kalianget ke Jangkar (Situbondo). Juga Senin (18/8) kemarin, armada Perintis berangkat dari Sapeken ke Kangean. “Itu kan sudah menandakan, jika armada pelayaran di Kalianget masih bisa mengatasi ombak dan angin yang terjadi selama perjalanan,” terangnya. (Nita, Adjie)