Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 26-01-2021
  • 1341 Kali

Jalan Lingkar Utara Dukung Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Media Center, Selasa ( 26/01 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep meresmikan Jalan Lingkar Utara yang pembangunannya merupakan proyek tahun jamak sejak tahun 2016 hingga tahun 2020.

Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, proses pembangunan Jalan Lingkar Utara dimulai dengan pembebasan lahan tahun 2016 sampai tahun 2018 melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumenep sekitar Rp5 miliar lebih.

Sementara pembangunan Jalan Lingkar Utara tahap pertama dilakukan pada tahun 2019 dengan anggaran APBD Kabupaten Sumenep, sebesar kurang lebih Rp14,7 miliar untuk pembangunan jembatan dan jalan sepanjang 1.587 meter.

“Selanjutnya pembangunan tahap 2 pada tahun 2020 di APBD Kabupaten Sumenep sebesar kurang lebih Rp22 miliar untuk melanjutkan pembangunan jalan sepanjang 2.398 meter. Jadi total panjang Jalan Lingkar Utara adalah 3.985 meter atau 3,9 kilometer,” kata Bupati saat Peresmian Jalan Lingkar Utara Kecamatan Kota, Selasa (26/01/2021).

Pembangunan jalan lingkar menghubungkan jalan Desa Kebunan, Bangkal dan Desa Parsanga Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep, sehingga diharapkan jalan itu bisa membuka akses antar desa guna memudahkan pergerakan dan perputaran arus perekonomian dalam rangka meningkatkan kesejahateraan masyarakat.

“Kami harapkan masyarakat ikut merawat dan memelihara Jalan Lingkar Utara yang harapannya sebagai kota baru di utara Kota Sumenep, agar benar-benar berefek positif kepada masyarakat, apalagi tahun ini telah terprogram pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU),” imbuh Bupati dua periode ini.

Sesuai Surat Keputusan Bupati Nomor: 188/8/kep/435.013/2021 tanggal 06 Januari 2021 tentang penetapan nama jalan di jalur lingkar utara ada dua nama, yakni Jalan KH. Mudfar sepanjang 2.188 meter dari arah Desa Kebunan dan Jalan Siding Puri sepanjang 1.797 meter dari arah Desa Parsanga.

“Pemberian nama Jalan KH. Mudfar merupakan sebuah apresiasi sebagai tokoh agama yang menjadi tokoh sentral di wilayah itu sebagai panutan masyarakat. Sedangkan nama Siding Puri merupakan nama lain dari Pangeran Arya Wiroboyo Adipati Sumenep yang gugur dipenggal kepalanya saat berperang melawan tentara Jepang, yakni kerajaan di bawah Majapahit,” tutur Bupati Dr. KH. A. Busyro Karim, M,Si.

Peresmian Jalan Llingkar Utara ditandai dengan pemotongan pita bunga oleh Bupati dan penanaman pohon di areal jalan lingkar utara oleh Bupati, Wakil Bupati Achmad Fauzi, SH, MH dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumenep.

Sementara, Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Sumenep, Erik Susanto mengungkapkan, pembangunan Jalan Lingkar Utara adalah harapan masyarakat Sumenep untuk mengurai kemacetan, karena akses jalan di wilayah utara menuju Kota Sumenep dan sekitarnya sangat padat kendaraan bermotor.

“Bahkan, Jalan Lingkar Utara ini juga dalam upaya mendukung aktivitas percepatan perekonomian masyarakat yang menghubungkan bagian utara menuju arah timur dan selatan,” pungkasnya. ( Yasik, Fer )