News Room, Rabu ( 09/08 ) Untuk tahap kedua dan ketiga, Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si melaksanakan pemberian bantuan kemasyarakatan dan keagamaan dari Pemerintah Kabupaten Sumenep pada bulan Ramadhan 1433 Hijriyah, yang ditempatkan di Kecamatan Bluto dan Kecamatan Pragaan, Kamis (09/08). Di Eks Pembantu Bupati Bluto yang meliputi Kecamatan Bluto, Lenteng, Saronggi dan Kecamatan Giligenting, Bupati menekankan agar masyarakat menyambut baik datangnya investor, menyambut baik bangkitnya dunia usaha, dan daerahnya aman. Sebab, jika daerahnya rusuh, sedikit-sedikit ngamuk, senang anarkis, tidak mungkin investor mau datang ke Sumenep. “Karena itulah, mari kita terus jaga keamanan, ketertiban dan ketentraman masyarakat. kalau ada masalah, selesaikan secara damai, jangan dengan kekerasan. Karena kekerasan bukan nilai dan karakter Islam, kekerasan juga bukan karakter dan nilai bangsa Indonesia,”ujarnya. Sementara di Kecamatan Pragaan yang meliputi Kecamatan Guluk-guluk, Ganding dan Kecamatan Pragaan berharap agar bantuan yang diberikan menjadi modal untuk meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih baik. Dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut tidak diartikan macam-macam, tetapi demi mencapai kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Ditambahkan di Kecamatan ini ada 69 Pondok Pesantren dari total sekitar 240 Pesantren se Kabupaten Sumenep. Musholla mencapai 460 buah dari 3307 se Kabupaten Sumenep dan ada 218 Masjid dari total 1.479 masjid di Kabupaten Sumenep. “Ini saya kira sangat luar bisa, belum lagi ditambah dengan lembaga pendidikan formal yang jumlahnya juga sangat banyak. tentunya itulah kekayaan religius kita yang diharapkan mendorong peningkatan watak dan moral masyarakat Sumenep.”tambahnya. Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. Ec. H. Abdullah Said, M.Si menjelaskan, bantuan yang diberikan di Eks Pembantu Bupati Bluto 398 penerima bantuan, diantaranya untuk kesejahteraan guru ngaji 7 orang, Pondok Pesantren 7 lembaga, 22 Masjid, 51 Mushollah, 40 anak yatim, 40 kaum dhuafa, sarung untuk 62 Kepala Desa, bantuan korban bencana 16 rumah tangga, biasiswa 59 mahasiswa, Japes Mandiri 9 Desa, Bantuan Keuangan Desa (BKD) 10 Desa, sembako 125 paket, bantuan mesin selip penggling tepung bagi Karang Werada 1 unit, penyandang cacat kusata 10 orang. Sedangkan di Eks Pembantu Bupati Guluk-guluk sebanyak 293 penerima bantuan, diantaranya untuk kesejahteraan guru ngaji 8 orang, Pondok Pesantren 7 lembaga, 18 Masjid, 49 Mushollah, 30 anak yatim, 30 kaum dhuafa, sarung untuk 40 Kepala Desa, bantuan korban bencana 8 rumah tangga, biasiswa 26 mahasiswa, Japes Mandiri 4 Desa, Bantuan Keuangan Desa (BKD) 7 Desa, sembako 95 paket, bantuan mesin selip penggling tepung bagi Karang Werada 1 unit, penyandang cacat kusata 10 orang. ( Ren, Esha )