Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-08-2016
  • 612 Kali

Istri PNS Korban Pembunuhan Datangi Polres Sumenep

News Room, Selasa ( 02/08 ) Istri Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menjadi korban pembunuhan 4 bulan lalu, yakni Yuliani (31), warga Dusun Lojikantang, Desa Kalianget Barat, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mendatangi Polres setempat, Selasa (02/08). 

Korban pembunuhan itu atas nama Moh. Anwar (36). "Sudah 4 bulan lalu suami saya meninggal dengan cara dibunuh. Tapi, sampai sekarang belum bisa diungkap siapa pelakunya, dan kenapa suami saya dibunuh?. Saya sengaja datang ke Polres, guna menanyakan perkembangan pengungkapan kasus pembunuhan suami saya,"kata Juliani, Selasa (02/08). 

Ia menuturkan, dirinya hanya diberi informasi bahwa suaminya meninggal akibat benda tumpul. Namun. ketika melihat saat mayat ditemukan, di leher bagian belakang ada luka dan ada bekas jeratan. 

"Saya sudah menyiapkan kesaksian baru untuk membantu polisi mengungkap kasus kematian suami saya. Semua kesaksian baru itu sudah saya beberkan ke Tim Penyidik Polres,"ujarnya. 

Sebelumnya, Moh. Anwar (36), Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep ditemukan tewas mengapung pada Selasa (15/03), sekitar pukul 07.00 WIB di pantai Dusun Pesisir Desa Cabbiye, Kecamatan Talango, Pulau Poteran, Kabupaten Sumenep. 

Korban pamit pada istrinya Senin (14/03) malam untuk membentuk kepanitiaan penerimaan mahasiswa baru di kampusnya. Namun, hingga dini hari tidak datang. Handphone korban masih aktif hingga pukul 03.00 WIB. 

"Suami saya memang kuliah lagi, karena jadi PNS kan menggunakan ijazah SMA. Waktu itu, suami saya pamit ke kampus. Saya cari ke temannya dan ke kampus, ternyata tidak ada. Di kampusnya juga tidak ada pembentukan panitia seperti yang disampaikan suami saya,"ujar Juliani.

Sementara, Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Hasanudin mengaku belum ada saksi-saksi atau barang bukti yang mengarah pada pelaku. Bahkan, pihaknya kesulitan mencari saksi kunci. "Belum ada satu pun ada saksi yang bisa mengarah pada tersangka. Tapi kasus ini tetap kami tindak lanjuti," pungkasnya. ( Nita, Esha )