Sumenep-Infokom News Room : Organisasi Kebudayaan, Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Islam (ISESCO) dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Jum’at (03/02) menyerukan pemberlakuan sebuah hukum Internasional yang melarang penodaan terhadap kesucian agama. ISESCO “mengulangi kembali kecaman kerasnya atas aksi-aksi rasial yang keji dan menyerukan pemberlakuan hukum Internasional yang melarang pelanggaran apapun terhadap Nabi dan Penodaan Kesucian,� kata pernyataan itu. ISESCO juga mengatakan rasis dapat menimbulkan ekstrimisme dan terorisme dan menggaris bawahi keamanan internasional dan perdamaian. ISESCO juga sangat terkejut melihat lembaga-lembaga politik Barat dan organisasi-organisasi Agama menahan dirinya untuk tidak mengutuk pelanggaran atas Nabi Muhammad dan perasaan sekitar 1,3 miliar Muslim di seluruh dunia, katanya. “Tindakan itu memperlihatkan standar ganda“, tambah pernyataan itu. ISESCO juga menyatakan harapannya, bahwa dialog antar budaya dan peradaban barat ditingkatkan untuk menyebarkan nilai-nilai keadilan dan toleransi dan untuk menolak suara-suara kebencian. September 2005 lalu, Harian Denmark, Jyllands-Posten pertama kali menerbitkan 12 karikatur Nabi Muhammad yang telah menyebarkan kemarahan Internasional dan debat antara kebebasan berpendapat dan menghormati agama. Baru-baru ini, harian-harian di Prancis, Jerman, Spanyol, Swis dan Hongaria telah mencetak ulang karikatur itu dengan alasan kebebasan Pers lebih penting dari protes dan boikot yang timbul akibat ulah mereka. Namun, harian Denmark itu awal minggu ini telah meminta maaf secara luas terhadap dunia Islam. ( KCM,Ong,Esha )