News Room, Selasa ( 06/10 ) SDN Sera Timur kecamatan Bluto mendapat tambahan deretan kasus. Institut Penindakan Kriminal dan Korupsi Madura (IPK2M) kini mengklaim menemukan dugaan mark up data murid dalam penerimaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN Sera Timur.
Pasalnya, dalam data formulir BOS K-1 SDN Sera Timur jumlah dana BOS yang diterima SD tersebut diduga tidak sesuai dengan data riil jumlah murid.
"BOS-nya senilai Rp. 9 juta. Kalau dibagi nominal per-murid seharusnya jumlah murid 45 orang. Namun, ketika kita kroscek ke sekolah, jumlahnya tak lebih dari 16 murid,"kata Imam Hidayat, pada News Room.
Ketika kroscek, dalam data murid yang ditulis di papan data sekolah, jumlahnya 49 murid yang ditanda tangani Kepala Sekolah yang lama.
Data tersebut menurut Imam dibenarkan oleh Sudirman selaku Kepala SDN Sera Timur saat ini. Namun, ketika ditelusuri jumlah tersebut tidak sesuai dengan kenyataan tiap-tiap kelas. "Kita langsung cek, ternyata jumlahnya 15 orang, plus 1 murid yang baru masuk atau mutasi,"tambah Imam.
Imam juga membandingkan dengan sekolah lain yang jumlah muridnya 20-an lebih.
"Seperti SDN Sera Barat II yang muridnya 20-an lebih, BOS-nya Rp. 4,6 juta,"katanya sambil menunjukkan data formulir BOS K-1 sekolah yang dimaksud.
Terpisah, Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Bluto, Sri Idariyaningsih, mengatakan, jika sesuai data Dapodik yang didapat dari SDN Sera Timur jumlah murid ada 45 orang. "Ya, sesuai dengan yang kita terima laporan dapodiknya memang 45 orang,"kata Sri.
Menanggapi itu, Imam Hidayat mengaku akan segera melaporkan temuannya ke instansi terkait, maupun tindak lanjut ke ranah hukum.
Imam juga mengaku memiliki beberapa bukti untuk menguatkan dugaan mark up tersebut.
"Dari situ saja sudah rancu. Kaseknya bilang 49 orang, Kepala UPT-nya bilang 45. Kenyataan di lapangan malah 16 orang. Kita sudah menyiapkan banyak data sebagai bukti mark up tersebut. Ini akan kita bawa ke ranah hukum,"pungkasnya.
Sebelumnya, IPK2M juga menemukan sejumlah kejanggalan dalam proyek bantuan DAK (Dana Alokasi Khusus) dan bantuan Dana Bansos APBN pada SDN Sera Timur. Pasalnya, profil sekolah tidak memenuhi syarat untuk memperoleh bantuan tersebut. "Muridnya hanya 15 orang. Padahal minimal harus memiliki jumlah murid 120 orang,"kata Imam Hidayat, waktu itu. ( Farhan, Esha )