Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-01-2022
  • 1631 Kali

Inovasi Jatim Fasilitasi Penguatan PAUD HI di Kabupaten Sumenep

Media Center, Senin ( 17/01 ) Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep cukup tinggi untuk menjadikan seluruh Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) dengan menggandeng seluruh instansi yang terlibat dalam pembentukan PAUD HI. Hingga PAUD HI masuk dalam RPJMD dan menjadi komitmen Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH, MH.

Bahkan, untuk semakin memperjelas bagaimana mekanisme pembentukan PAUD HI, apa saja yang harus dilakukan oleh PAUD dalam rangka menuju PAUD HI dan instansi mana saja yang terlibat, Kabupaten Sumenep melalui Bappeda dan Dinas Pendidikan menggandeng Inovasi Jawa Timur untuk memfasilitasi workshop PAUD HI.

Rapat koordinasi sekaligus workshop PAUD HI dipimpin oleh Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Drs. H. Yayak Nurwahyudi, M.Si, didampingi Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan, Hariyanto, S.Pd, M.Pd, pada Senin (17/01/2022) dengan mengundang 50 peserta perwakilan Pokja PAUD dan bunda PAUD dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.

Dalam sambutannya, Yayak mengungkapkan pentingnya pengintegrasian seluruh lembaga dengan PAUD agar tercipta PAUD yang holistik integratif guna membentuk anak-anak Indonesia yang sehat, cerdas dan berakhlak mulia. 

“PAUD HI menjadi salah satu program utama Bupati Sumenep agar tercipta anak-anak yang sehat, cerdas dan berakhlak mulia. Untuk itu, dalam kesempatan ini kami tidak hanya mengundang Pokja PAUD, namun juga instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, serta dinas terkait lainnya,” ungkapnya.

Sementara Inovasi menghadirkan Dr. Irma Yuliantina, M.Pd yang menjabat Sekretaris BAN PAUD dan PNF Kemdikbudristek. Irma juga didampingi oleh Nehru Sagena dari Yayasan Garda Cendekia.

Dalam materinya, Irma mengungkapkan bahwa PAUD HI merupakan upaya pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis, dan terintegrasi. Kebutuhan esensial mencakup layanan pendidikan, kesehatan dan gizi, perlindungan, pengasuhan, dan kesejahteraan anak.

“Kegiatan ini dapat dilaksanakan melalui jejaring lintas sektor. Tujuannya agar pertumbuhan anak dapat terpantau dengan baik dari sisi kesehatan, sosial, keamanan, dan perlindungan,” ungkapnya.

Sedangkan, Muthi’ah Kepala PAUD Qurrota A’yun Kabupaten Sumenep menjelaskan, dirinya sudah membangun PAUD HI sejak 2017. Salah satu strategi yang dilakukan adalah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk juga membangun komunikasi aktif dengan wali murid melalui Forum Kelas (Forkel).

“Dari diskusi bersama dengan wali murid, muncul banyak sekali ide untuk pengembangan PAUD ke arah lebih baik. Mereka juga sangat mendukung ketika PAUD bekerja sama dengan Posyandu untuk peningkatan gizi siswa PAUD dan penyediaan fasilitas yang nyaman dan sehat untuk siswa,” ungkapnya. ( Ren, Fer )