Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 07-01-2011
  • 460 Kali

Inflasi Sumenep Tahun 2010 Mencapai 6,75 Persen

News Room, Jum’at ( 07/01 ) Laju Inflasi di Kabupaten Sumenep, selama tahun 2010, mencapai 6,75 persen. Kasi Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Drs. Kadarisman menjelaskan, angka inflasi di Sumenep selama tahun ini masih dibawah laju inflasi Jawa Timur dan Nasional yang berada dititik 6,96 persen. “Komoditas utama yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya inflasi sepanjang tahun 2010, adalah beras, tahu mentah, bawang putih, emas perhiasan, bahan bakar tumah tangga, daun bawang, tempe, bawang merah, tongkol dan rokok kretek filter,”kata Kadarisman, diruang kerjanya, Jum’at (07/01). Kadarisman mengaku, inflasi di Sumenep tahun 2010 melampaui target yang ditentukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sebesar 6 persen. “Namun, di APBN sendiri dijelaskan, kalau penekanan inflasi itu harus mencapai target minimal plus minus 6 persen. Nah, kami merasa laju inflasi tahun 2010 di Sumenep, masih stabil walaupun diatas target, tapi tidak sampai melampaui 2 digit,”ujarnya. Inflasi di Sumenep, kata Kadarisman, sudah terlihat sejak bulan Desember 2010, yang berada diatas laju inflasi Jawa Timur dan Nasional. “Pada bulan Desember 2010, Sumenep terjadi inflasi 1,06 persen, sedangkan Jawa Timur 1,02 persen dan Nasional 0,92 persen,”terangnya. Hal itu dipicu oleh naiknya harga barang/jasa yang ditunjukkan naiknya indeks pada kelompok bahan makanan 2,14 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 1,77 persen. “Selain itu, juga didorong naiknya indeks kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,41 persen, serta kelompok sandang 0,61 persen,”ungkapnya. ( Nita, Esha )