News Room, Rabu ( 12/08 ) Inflasi Kabupaten Sumenep bulan Juli 2009 mencapai 0,40 persen. Jika dibandingkan pada bulan Juni 2009 lalu, laju inflasi Sumenep untuk bulan Juli 2009 mengalami kenaikan sebanyak 0,07 persen. Untuk Inflasi tingkat Jawa Timur pada bulan Juli 2009 hanya 0,28 persen dan Nasional mencapai 0,45 persen. Kenaikan angka Inflasi pada bulan Juli 2009 itu, menyebabkan Kabupaten Sumenep berada diperingkat ke 4, dari 10 Kota di Jawa Timur, yang melakukan Indeks Harga Konsumen (IHK). Kasie Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Kadarisman mengatakan, penyebab Inflasi atau kenaikan harga di Sumenep, yakni didorong oleh komuditas telur ayam ras, ikan laut terutama ikan tongkol, kemudian kepiting dan sayur-sayuran, serta beberapa komuditas lainnya. “Sedangkan, dari tujuh kelompok yang mengalami Inflasi, yakni kelompok bahan makanan sebesar 1,60 persen, dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,31 persen,â€Âterang Kadarisman, pada wartawan dikantornya, Rabu (12/08). Ia menjelaskan, untuk kelompok yang mengalami deflasi atau penurunan harga, yakni kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar -0,28 persen, kemudian kelompk sandang sebesar 1,12 persen. “Penurunan harga yang tergolong drastis ini, dipengaruhi oleh turunnya harga perhiasan berupa emas sebesar tujuh persen,†katanya. Untuk Inflasi tahun kalender (dari bulan Januari hingga Juli 2009), kata Kadarisman, Sumenep mengalami Inflasi sebesar 0,80 persen, sedangkan Inflasi Jawa Timur sebesar 1,23 persen dan Nasional sebesar 0,66 persen. “Tapi, Inflasi Sumenep secara tahunan, yakni untuk Juli 2009 terhadap Juli 2008 mencapai 3,99 persen. Sedangkan Jawa Timur 2,90 persen dan Nasional 2,71 persen,†ungkapnya menambahkan. ( Nita, Esha )