Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-09-2015
  • 557 Kali

Inflasi Sumenep Di Bulan Agustus Sebesar 0.02 Persen

News Room, Rabu ( 02/09 ) Di bulan Agustus 2015, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengalami inflasi sebesar 0,02 persen. Laju inflasi Sumenep lebih rendah dibandingkan Jawa Timur yang mencapai 0,36 persen dan nasional 0.39 persen.

"Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi, adalah beras, daging ayam ras, telur ayam ras, uang Sekolah Menengah Atas (SMA), jeruk, sate, uang Sekolah Dasar (SD), lada, makanan ringan, dan kripik,"kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Suparno, Rabu (02/09).

Ia menuturkan, dari 7 kelompok pengeluaran, 5 kelompok mengalami inflasi, satu kelompok mengalami deflasi, dan satu kelompok cenderung stabil.

“Kelompok yang memicu inflasi adalah makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,27 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,08 persen. Kelompok sandang sebesar 0,04 persen, kesehatan 0,14 persen, pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,55 persen. Sedangkan kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 0,38 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi, jasa keuangan tetap stabil,”terangnya.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya deflasi adalah bawang merah, daging sapi, cabai merah, hati sapi, daging ayam kampung, tongkol pindang, tongkol/ambu-ambu, daun bawang jeroan dan layang/benggol.

Suparno mengungkapkan, untuk tingkat inflasi tahun kalender (Januari hingga Agustus 2015) Sumenep sebesar 1,24 persen, Jawa Timur sebesar 2,11 persen, dan nasional 2,29 Persen.

“Sementara tingkat Inflasi dari tahun ke tahun (Agustus 2014 hingga Agustus 2015) Sumenep sebesar 6,15 persen, Jawa Timur 6,79 persen, nasional 7,18 persen,”ungkapnya. ( Nita, Esha )