Inflasi Sumenep Bulan November 2018 Sebesar 0,24 Persen
Media Center, Kamis ( 06/12 )
Pada bulan November 2018, Kabupaten Sumenep, Madura, mengalami inflasi sebesar 0,24 persen. Laju inflasi ini di bawah Jawa Timur yang juga terjadi inflasi sebesar 0,27 persen dan inflasi Nasional sebesar 0,27 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Syaiful Rahman, mengatakan, dari tujuh kelompok pengeluaran, Iima kelompok mengalami inflasi dan dua kelompok mengalami deflasi.
"Kelompok kesehatan mengalami inflasi tertinggi sebesar 1,07 persen. Diikuti oleh kelompok bahan makanan sebesar 0,64 persen, kelompok transpor, komunikasi, dan Jasa keuangan sebesar 0,17 persen. Dan inflasi terendah terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar sebesar 0,01 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,01 persen," terangnya, Kamis (06/12/2018).
Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok sandang sebesar 0,07 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,02 persen.
Komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi Sumenep bulan November 2018 ialah beras, bawang merah, obat dengan resep, dan daging ayam ras. Sedangkan komoditas utama yang menghambat inflasi ialah tongkol/ambu ambu, tongkol pindang, bayam dan anggur.
"Untuk laju inflasi Kumulatif Sumenep di bulan November 2018 mencapai 2,30 persen, angka ini Iebih tinggi dibanding Jawa Timur sebesar 2,24 persen dan juga lebih rendah dibandingkan Nasional 2,50 persen," paparnya.
Sementara laju inflasi Year on Year (YoY) Sumenep di bulan November 2018 mencapai 2,73 persen. "Angka ini lebih rendah dibanding inflasi YoY Jawa Timur sebesar 2,96 persen dan lebih rendah dibanding inflasi YoY Nasional sebesar 3,23 persen," pungkasnya. ( Nita, Fer )