Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-06-2016
  • 377 Kali

Inflasi Sumenep Bulan Mei 2016 Tertinggi Di Jawa Timur

News Room, Senin ( 06/06 ) Inflasi bulan Mei 2016, untuk Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tertinggi di Jawa Timur, yakni sebesar 0,31 persen. Untuk laju inflasi di Jawa Timur 0,14 persen, dan nasional sebesar 0,24 persen. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Suparno menjelaskan, dari delapan Kabupaten/Kota, Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur, inflasi bulan Mei di Sumenep, memang tertinggi sebesar 0,31 persen. 

"Baru diikuti Malang, Jember, dan Probolinggo sama-sama sebesar 0,15 persen. Kemudian Surabaya 0,13 persen, Banyuwangi, dan Kediri 0,12 persen. Untuk inflasi terendah terjadi di Madiun sebesar 0,06 persen,"kata Suparno, Senin (06/06). 

Ia menuturkan, dari 7 kelompok pengeluaran, 4 kelompok mengalami inflasi, dan 2 kelompok mengalami deflasi, dan 1 kelompok relatif stabil. 

"Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,79 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,57 persen, kelompok sandang 0,45 persen, dan kelompok kesehatan sebesar 0,06 persen," terangnya. 

Untuk kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yakni kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,13 persen, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 0,01 persen. Namun kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga relatif stabil, tidak mengalami perubahan. 

"Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi adalah beras, daging ayam kampung, daun bawang, telur ayam ras, cumi-cumi, daging ayam ras, kentang, wortel, apel dan bayam,"paparnya. 

Suparno mengungkapkan, tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Mei 2016), Sumenep sebesar 0,27 persen, Jawa Timur 0,48 persen, dan nasional 0,40 persen. 

"Sementara tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2016 terhadap Mei 2015) Sumenep sebesar 2,92 persen, Jawa Timur 2,77 persen, dan nasional sebesar 3,33 persen,"ungkapnya. ( Nita, Esha )