News Room, Selasa ( 05/07 ) Inflasi Sumenep, pada bulan Juni 2011 mencapai 0,94 persen. Laju inflasi ini lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur yang hanya 0,54 persen dan nasional 0,55 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Ir. Hj. Endang Sulastri, MT menjelaskan, Inflasi Sumenep bulan Juni itu, terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada beberapa kelompok komoditi. "Kelompok yang mengalami kenaikan indeks, yakni kelompok bahan makanan 2,94 persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,08 persen, sandang 1,15 persen, kesehatan 0,12 persen serta transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen," kata Endang, pada wartawan dikantor BPS Sumenep, Selasa (05/07/2011). Dari 10 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur, kata Hj. Endang, Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 0,94 persen, diikuti oleh Kediri 0,81 persen, Jember 0,64 persen, Tuban 0,62 persen, Tulungagung 0,61 persen, Madiun 0,60 persen, Malang 0,56 persen, Surabaya 0,49 persen, Banyuwangi 0,44 persen dan Probolinggo sebesar 0,34 persen. "Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap Inflasi Sumenep bulan Juni 2011, yakni tongkol, beras, tongkol pindang, telur ayam ras, bawang merah, daging ayam ras, tahu mentah, tomat sayur, jeruk dan tempe,"terangnya. Hj. Endang juga mengemukakan, untuk kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami deflasi sebesar 0,25 persen. "Kondisi serupa juga terjadi pada pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,28 persen,"ujarnya. Hj. Endang menambahjan, jika dilihat dari laju inflasi tahun kalender (Januari-Juni) 2011, Sumenep sebesar 0,98 persen. "Ini terendah dibandingkan Jawa Timur sebesar 1,11 persen dan Nasional 1,06 persen. Sedangkan laju Inflasi Juni 2011 terhadap Juni 2010, Sumenep 5,72 persen, Jawa Timur 5,88 persen dan nasional 5,54 persen,"ungkapnya. ( Nita, Esha )