News Room, Senin ( 05/10 ) Inflasi pada bulan September 2015 untuk Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengalam inflasi sebesar 0,13 persen. Laju inflasi ini dibawah Jawa Timur yang juga mengalami inflasi sebesar 0,24 persen, namun melampaui nasional yang terjadi deflasi sebesar 0,05 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Suparno menjelaskan, dari 8 kota di Jawa Timur yang mengalami Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi September di Sumenep adalah yang terendah. Sedangkan inflasi tertinggi berada di Jember sebesar 0,29 persen.
“Dari tujuh kelompok pengeluaran, lima kelompok mengalami inflasi, satu kelompok mengalami deflasi dan satu kelompok relatif stabil,”kata Suparno, Senin (05/10).
Ia menuturkan, kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi adalah kelompok makanan jadi, minuman rokok dan tembakau sebesar 0,37 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,49 persen, kelompok sandang sebesar 0,04 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,69 persen, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,35 persen.
“Sedangkan kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar 0,84 persen. Namun kelompok kesehatan relatif stabil,” ujarnya.
Suparno mengungkapkan, komuditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi adalah beras, emas perhiasan, rokok kretek filter, mobil, bawang putih, uang perguruan tinggi, wortel, tongkol, telur ayam ras dan setrika.
"Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-September 2015) Sumenep sebesar 1,37 persen, Jawa Timur sebesar 2,23 persen, dan nasional sebesar 2,24 persen,"ungkapnya.
Tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2015 terhadap September 2014) Sumenep sebesar 6,02 persen, Jawa Timur 6,70 persen dan Nasional sebesar 6,83 persen. ( Nita, Esha )