Sumenep-Infokom News Room : Polemik impor beras dan kelangkaan beras mewarnai perolehan angka inflasi diawal tahun 2006, buktinya pada bulan Januari tahun ini inflasi di Kabupaten Sumenep sebesar 1,22 prosen. Bahkan dari 7 kelompok barang dan jasa, 5 diantaranya mengalami inflasi, kecuali kelompok kesehatan dan kelompok transpotasi dan komunikasi tidak mengalami perubahan. Demikian diungkapkan Kasie Distribusi Biro Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Drs. Kadarisman. Kadarisman mengatakan, diantara 5 kelompok yang inflasinya paling signifikan, yakni kelompok bahan makanan sebesar 2,99 prosen akibat kenaikan harga beras, cabe merah, cabe rawit, tomat sayur, telur ayam ras, buah pisang, ketimun, ikan tongkol, dan gula pasir. Dan kelompok sandang sebeasr 1,37 prosen. Sedangkan untuk kesehatan tidak mengalami inflasi, namun pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami inflasi sebesar 0,60 prosen, penyebabnya jelas Kadarisman, naiknya harga pada sub kelompok kursus, pelatihan dan sub kelompok olahraga. Kadarisman menambahkan, dari hasil pencacahan dilapangan selama bulan Januari dari 347 komoditas yang mengalami fluktuasi harga (kenaikan harga) mencapai 91,07 prosen, sedangakan komoditas yang mengalami inflasi harga (penurunan harga) mencapai 8,93 prosen. ( Yasik,Esha )