Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-12-2012
  • 571 Kali

Inflasi Kabupaten Sumenep Bulan Nopember 0,13 Persen

News Room, Senin ( 10/12 ) Angka Inflasi Kabupaten Sumenep untuk bulan Nopember 2012, tercatat 0,13 persen. Laju inflasi ini lebih tinggi dibandingkan Nasional sebesar 0,07 persen, namun masih dibawah Jawa Timur yang juga terjadi Inflasi sebesar 0,21 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Ir. Hj. Endang Sulastri, MT menjelaskan, Inflasi Sumenep pada Nopember 2012 terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks. “Kenaikan indeks itu terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,35 persen. Kemudian kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,20 persen, kelompok kesehatan 1,09 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,84 persen,”kata Hj. Endang, di Kantor BPS Sumenep, Senin (10/12). Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan terjadinya Inflasi di bulan Nopember 2012, kata Hj. Endang, adalah daging sapi, daun bawang, bawang merah, perguruan tinggi, wortel, dokter umum, gula pasir, cat tembok, beras, dan jeruk. “Hasil pendataan harga barang dan jasa yang kami lakukan, untuk komoditas daging sapi memang memberikan sumbangan Inflasi tertinggi sebesar 0,2822 persen. Ini disebabkan adanya kebijakan Pemerintah mengurangi kuota impor sapi potong, tapi tidak didukung oleh kelancaran arus perdagangan dari produsen ke konsumen antar pulau-antar wilayah di Indonesia, sehingga harga daging sempat menyentuh angka Rp. 90.000,00 per-kilogram,”terangnya. Hj. Endang mengungkapkan, untuk laju Inflasi tahun kalender (Januari hingga Nopember) 2012 Sumenep sebesar 4,57 persen. Angka ini diatas Jawa timur sebesar 3,93 persen dan nasional 3,73 persen. “Sementara laju Inflasi Nopember 2012 terhadap Nopember 2011, Sumenep sebesar 5,82 persen, Jawa Timur 4,56 persen dan nasional sebesar 4,32 persen,”ungkapnya. ( Nita, Esha )