Sumenep-Kominfo News Room : Meningkatnya daya beli masyarakat yang disebabkan berhasilnya panen tembakau dan permulaan Bulan Puasa, nampaknya mendorong perolehan angka Inflasi, sehingga Inflasi bulan September 2006 di Kabupaten Sumenep sebesar 1,46 prosen. Jika dibandingkan dengan Inflasi bulan Agustus lalu sebesar 0,14 prosen, maka Inflasi September naik sebesar 1,32 persen. Demikian diungkapkan Kasie Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Kadarisman, SE. Kadarisman menuturkan, apabila dilihat menurut kelompok jenis barang dan jasa, dari 7 kelompok semuanya mengalami Inflasi, yakni Kelompok Bahan Makanan sebesar 2,36 prosen, Kelompok Makanan Jadi, Minuman dan Rokok sebesar 0,98 prosen, Kelompok Perumahan sebesar 0,47 prosen, Kelompok Sandang sebesar 2,55 prosen, Kelompok Kesehatan sebesar 0,92 prosen, Kelompok Pendidikan Rekreasi dan Olahraga sebesar 2,25 prosen, dan Kelompok Transportasi Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 0,34 prosen. Kadarisman menandaskan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga diantaranya adalah Daging Sapi, Daging Ayam Kampung, Daging Ayam Ras, Cabe Merah, Bawang Putih, Barang Elektronik, Kayu Balokan, serta beberapa barang dan jasa lainnya. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menghambat Inflasi, diantaranya Bawang Merah, Emas Perhiasan, Daun Bawang, Gula Pasir, Tomat Buah, Semen serta beberapa barang dan jasa lainnya. Kadarisman menjelaskan, jika dilihat Inflasi secara Kalender atau Komulatif dari april hingga September, maka Inflasi Sumenep berada dititik teratas yakni 4,18 prosen, kemudian Inflasi tingkat Jawa Timur sebesar 4,15 prosen, dan Inflasi Nasional 4,06 prosen. Namun, apabila dilihat dan dibandingkan antara September 2006 dengan 2005, maka Inflasi Sumenep berposisi ketiga, sebesar 11,79 prosen, Jawa Timur 13,23 prosen, dan Inflasi Nasional sebesar 14,55 prosen. Ia memprediksi, Inflasi Oktober mendatang akan berfluktuasi naik, karena menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1427 Hijriyah. ( Nita, Esha )