Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 03-05-2017
  • 329 Kali

Inflasi Bulan April 2017 Di Sumenep Sebesar 0,14 Persen

Media Center, Rabu ( 03/05 ) Pada bulan April 2017 Sumenep mengalami inflasi sebesar 0,14 persen. Laju inflasi ini dibawah Jawa Timur, inflasi sebesar 0,29 persen namun diatas nasional yang juga mengalami inflasi sebesar 0,09 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Suparno mengatakan, jika dibandingkan 8 (delapan) Kota, Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur, inflasi di Sumenep berada diposisi terendah sebesar 0,14 persen, sedangkan tertinggi  di Banyuwangi sebesar 0,48 persen.

"Kemudian Inflasi Surabaya sebesar 0,23 persen, Jember 0,28 persen, Malang 0,35 persen, Kediri 0,38 persen, Probolinggo 0,44 persen, dan Madiun sebesar 0,45,"terang Suparno, Rabu (03/05).

Dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok mengalami inflasi, satu kelompok mengalami deflasi. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami inflasi tertinggi sebesar 1,34 persen, diikuti oleh kelompok sandang sebesar 0,46 persen, kelompok tranport, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,29 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,20 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen, inflasi terendah terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,01 persen. Sedangkan kelompok bahan makanan terjadi deflasi sebesar 0,94 persen.

"Kelompok yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi adalah tarif listrik PLN, bawang putih dan sepeda motor,"ujarnya.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya deflasi adalah cabai rawit, bawang merah dan jeruk.

Ia mengungkapkan, laju inflasi tahun kalender (Januari-April 2017) Sumenep sebesar 1,31 persen, Jawa Timur sebesar 1,98 persen dan Nasional sebesar 1,28 persen. "Tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2017 terhadap April 2016) Sumenep sebesar 3,57 persen, Jawa Timur sebesar 4,41 persen dan Nasional sebesar 4,17 persen,"pungkasnya. ( Nita, Esha )