Sumenep-Kominfo News Rooom : Selasa pagi tadi (13/03), bertempat di Graha Aria Wiraraja lantai 2 Kantor Bupati Sumenep, Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM menerima Tim Pengembangan Industri Perumput Lautan Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Tim tersebut akan melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sumenep, sehubungan dengan program Pengembangan Klaster Industri Rumput Laut di Kabupaten Sumenep. Dalam sambutannya, Bupati sangat menyambut positif program yang akan dikembangkan di wilayahnya tersebut. Pihaknya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat atas perhatian yang diberikan, sebab jika tidak tahu tentu tidak akan ada perhatian. Ia juga menegaskan bahwa Kabupaten Sumenep selalu siap menerima program dekonsentrasi dalam bentuk apapun. Sementara itu, Direktur Usaha dan Investasi, Dirjen P2HP Pusat, Ir. Syafril Fauzi, M.Sc selaku ketua Tim mengatakan, bahwa kedatangannya bersama rombongan adalah untuk bersama-sama memantapkan rancangan Klaster Industri Perumput Lautan yang sudah dibuat oleh putera-putera Sumenep sendiri. Tim sudah mengujinya di Jakarta dan responnya sangat bagus serta perlu terus dikembangkan. Syafri mengatakan bahwa Indonesia mempunyai 1 juta hektar lebih wilayah laut yang cocok untuk industri rumput laut, dan 11.500 hektar ada di Kabupaten Sumenep. Saat ini Kabupaten Sumenep hanya memanfaatkan 30 prosen dari lahan laut tersebut dengan nilai Rp. 146 milyar per-tahun. Jika kita mengoptimalkan lahan laut tersebut 11.000 hektar saja, maka bisa menghasilkan Rp. 792 milyar per-tahun. Lebih lanjut Syafri mengatakan, untuk mendorong pertumbuhan industri tersebut maka akan memerlukan 15 pabrik untuk mengembangkannya. Kalau ini ditangani dengan fokus, dengan intensitas yang baik, dengan kerjasama dan koordinasi yang baik lintas instansi, Tim berkeyakinan tingkat kesejahteraan masyarakat bisa ditingkatkan. Bahkan menurut Syafril, saat ini sudah ditemukan satu jenis rumput laut merah (Red Algae) yang cocok untuk bahan baku kertas, yang ternyata juga cocok untuk dikembangkan di perairan laut Kabupaten Sumenep. Tidak menutup kemungkinan akan terbangun pabrik bahan baku kertas di Kabupaten Sumenep yang akan juga mendukung berkembangnya pembangunan. Dan replikasi program ini akan dilanjutkan ke Gorontalo dan wilayah Indonesia bagian Timur. Hadir pula dalam acara tersebut, Wakil Bupati Sumenep, Wakil Ketua DPRD, Ketua Komisi D DPRD, Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Jawa Timur, seluruh Asisten Setdakab Sumenep, Dinas dan Instansi terkait, dan para pengusaha bidang kelautan. ( Adjie,Ong,Esha)