Media Center, Senin ( 28/08 ) Kampanye imunisasi Measles-Rubella (MR) yang berlangsung di seantero
Pulau Jawa di Indonesia dilaksanakan sejak 1 Agustus 2017, dan di
Kabupaten Sumenep sendiri hingga tanggal 26 Agustus kemarin sudah
mencapai 65 persen dari target kegiatan Imunisasi MR.
Kepala
Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten
Sumenep, dr. Hj. Dwi Regnani, M.Si, kepada Media Center, Senin (28/08)
mengungkapkan, jika kegiatan Imunisasi MR akan terus dilaksanakan hingga
bulan September mendatang, mengingat masih ada masyarakat yang menolak
dilakukan Imunisasi MR.
“Melihat persentasi yang sudah dicapai,
kami pastikan hingga akhir bulan Agustus ini bisa mencapai 68 persen,
bahkan sesuai target hingga awal September sudah bisa mencapai 95
persen,”ungkapnya.
Diakui mantan Kepala Puskesmas Batuputih ini,
salah satu kendala kegiatan Imunisasi MR di Sumenep ini, karena sebagian
masyarakat belum memahami kegiatan Imunisasi MR. Karena memang
dampaknya tidak langsung sekarang, namun nanti sepuluh hingga belasan
tahun kemudian.
Seperti halnya untuk menekan angka kematian anak
akibat penyakit campak, dan mengurangi jumlah bayi terlahir cacat
(sindrom rubella kongenital) karena ibunya terinfeksi virus rubella saat
hamil. Dan itu perlu dipahami oleh masyarakat, agar tidak sampai
menyesal di kemudian hari.
“Jadi, kami akan terus memberikan
pemahaman kepada masyarakat, agar mereka mengerti untuk melakukan
imunisasi MR demi masa depan anak-anak kita,”tambahnya.
Sekadar
diketahui, kegiatan imunisasi MR merupakan program imunisasi massal yang
melibatkan rentang kelompok umur cukup panjang, yaitu bayi berusia 9
bulan sampai siswa SMP berusia kurang dari 15 tahun. ( Ren, Esha )