News Room, Kamis (16/10) Masyarakat Kecamatan Guluk-Guluk saat ini tidak kesulitan lagi dalam memperoleh modal usaha. Perum Pegadaian secara resmi membuka kantor cabangnya kemarin (15/10), di Kecamatan Guluk-Guluk. Acara yang berlangsung Rabu malam tersebut dihadiri oleh jajaran Muspika, Dinas dan Isntasi setempat, para Kepala Desa dan tokoh masyarakat Kecamatan Guluk-Guluk. Hadir sebagai wakil Perum Pegadaian, Rahmadi mengatakan, dibukanya kantor cabang di Kecamatan Guluk-Guluk merupakan saran Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM. Menurut pertimbangan Bupati, belum ada pihak perbankan yang tertarik untuk membuka kantor cabang dan melayani masyarakat di Guluk-Guluk. Sementara masyarakat disana perlu dukungan modal yang cukup besar, terutama di musim tanam tembakau. “Mudah-mudahan apa yang pertimbangan Bupati kepada Perum Pegadaian, mampu memberikan pencerahan yang signifikan bagi masyarakat Guluk-Guluk di bidang ekonomi. Sebab, tujuan utama Pegadaian adalah turut serta meningkatkan kesejahteraan rakyat,†ungkap Rahmadi. Di tempat yang sama, Camat Guluk-Guluk, H. Abd. Rahem, SH mengatakan, tidak ada ungkapan selain terima kasih kepada Perum Pegadaian. Sebab dengan dibukanya kantor cabang di wilayahnya, maka masyarakat dapat mengatasi masalah permodalan, tanpa harus tersangkut praktek rentenir, maupun pegadaian ilegal, yang tentu saja akan sangat memberatkan masyarakat. Untuk itu Camat berharap, agar Perum Pegadaian memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam urusan pinjaman modal usaha, sehingga cita-cita untuk kesejahteraan masyarakat bisa tercapai dengan prinsip mutualis atau saling menguntungkan. Camat juga meminta kepada seluruh Kepala Desa untuk bisa menyebarkan informasi beroperasinya kantor cabang Pegadaan di Guluk-Guluk. Jika tak ada kendala, kantor mulai beroperasi mulai tanggal 16 Oktober 2008. Namun untuk sementara, barang jaminan yang bisa diterima oleh Pegadaian masih berupa emas. (Jup-24, Adjie)