Sumenep-Kominfo News Room : Meskipun kondisi di wilayah Pagerungan Besar Kecamatan Sapeken sudah dirasa cukup kondusif, aman dan lancar pasca dilakukannya pertemuan terakhir 15 Januari 2007 lalu, antara masyarakat Pagerungan Besar, instansi terkait, Kapolres Sumenep dan pihak PT. EMP Kangean Limited, namun masih ada masyarakat yang masih merasa kurang puas terhadap hasil keputusan tersebut. Karena keputusan itu dinilai tidak berpihak kepada masyarakat Pagerungan Besar, mengingat 6 tuntutan yang dilayangkan itu belum ada kejelasan. Menanggapi hal itu, Kapolwil Madura, Komisaris Besar Polisi Badrun Arifin ketika menghadiri rapat koordinasi di Polres Sumenep, Rabu pagi (17/01) membantah keras adanya masyarakat yang tidak menerima hasil keputusan itu. Karena, setelah pertemuan terakhir dilakukan, mayoritas masyarakat Pagerungan Besar menyatakan menerima dengan legowo hasil keputusan itu dengan menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah Kabupaten Sumenep. Namun, Kapolwil juga mengakui, jika ada masyarakat yang kurang puas mungkin itu hanya segelintir orang saja. Ketika disinggung mengenai adanya provokator dalam persoalan itu, dengan tegas Kapolwil mengatakan, pihaknya masih akan mendalaminya lagi. Artinya, pihaknya masih akan terus melakukan penyelidikan terhadap provokator tersebut, karena aparat sudah berhasil mengidentifikasi provokator itu, namun aparat belum bisa melakukan penegakan hukum terhadap yang bersangkutan. Kapolwil menjelaskan, walaupun kondisi di Pagerungan Besar disekitar Kantor PT. EMP Kangean Limited dirasa kondusif, namun hingga saat ini 1 pleton pasukan Brimob Polda Jawa Timur, yang berjumlah 31 anggota masih disiagakan dilokasi sekitar Kantor PT. EMP Kangean Limited, bersama 5 anggota Polsek setempat, untuk menjaga-jaga terjadinya amukan massa lagi. ( Nita, Esha )