Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 11-08-2010
  • 738 Kali

Idamkan Pola Kemitraan Pabrikan Dan Petani Tembakau

News Room, Rabu ( 11/08 ) Program pola kemitraan antara pihak pabrikan dengan petani tembakau sangat penting dilakukan, untuk menjalin kerjasama saling menguntungkan. Sebab, pola kemitraan yang dilakukan beberapa daerah penghasil tembakau cukup efektif dalam pelaksanaannya, dan terjalin komunikasi yang positif dari semua pihak. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Ir. Bambang Hariyanto mengungkapkan, pola kemitraan yang dilakukan di Lombok Timur-Mataram misalnya, sistim kebijakan yang dilakukan pemerintah setempat yang diatur melalui Peraturan Daerah (Perda) yang mengharuskan pihak pabrikan dan petani melakukan pola kemitraan dalam perdagangan tembakau. ”Jadi, tidak bisa pihak pabrikan melakukan pembelian tembakau sewenang-wenang kepada petani dengan harga yang tidak sesuai. Karena keduanya sudah terikat sistim yang sudah disepakati bersama itu,”jelas Bambang. Sementara untuk Kabupaten Sumenep, tegas Bambang memang belum diatur melalui Perda yang ada. Karena itu, kedepan pihaknya berharap dapat mengadopsi kebijakan tersebut, sehingga dapat mengakomodir keinginan dari semua pihak, khususnya petani tembakau yang selama ini banyak merugi, karena selalu berhadapan dengan harga penjualan tembakau yang tidak stabil. Sebenarnya, tegas Bambang, di Sumenep sudah pernah dilakukan pola kemitraan yang digagas salah satu pabrikan di Sumenep sejak 2003 hingga 2007 lalu. Namun, dalam perjalanannya, dalam 3 tahun ini sudah tidak dilaksanakan lagi, sehingga petani juga tidak bisa berbuat banyak, karena tanpa adanya ikatan kerjasama yang jelas yang diatur melalui Perda Kabupaten Sumenep. Disamping itu pihak pabrikan juga tidak akan merugi dan dirugikan, karena sebelumnya pihak pabrikan juga mencari dan menentukan lahan yang cocok untuk tanaman tembakau berkwalitas yang akan dijadikan mitranya, sehingga pihak pabrikan juga tidak akan khawatir dengan kwalitas hasil tembakan. Sedangkan petani juga tidak akan memaksakan diri menanam tembakau dilahan yang tidak cocok dengan tanaman tembakau.( Ren, Esha )