Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 23-09-2012
  • 3157 Kali

Ibadah Haji Sebagai Napak Tilas Perjuangan Nabi, Tegakkan Islam

News Room, Senin ( 24/09 ) Ibadah Haji pada dasarnya merupakan napak tilas perjuangan Nabi-Nabi Allah SWT, khususnya Nabi Ibrahim AS, dalam menegakkan agama Islam. Karena itu, Ibadah Haji jangan disamakan dengan aktifitas biasa, apalagi hanya sekedar jalan-jalan dan menikmati indahnya Tanah Suci. Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Sumenep, Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si pada acara pengarahan dan pelepasan Jemaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Sumenep tahun 2012, Senin (24/09) di Gedung KORPRI Sumenep. “Setiap rukun haji yang Bapak-Ibu laksanakan nanti, seperti wukuf di Padang Arafah, melempar Jumrah di Mina sampai hal-hal yang sifatnya kecil, mengandung makna yang tiada terhingga,”ujarnya. Menurutnya, kekayaan yang terkandung didalam pelaksanaan Ibadah Haji, serta berbagai pahala yang diberikan oleh Allah SWT, maka ibadah haji ini mesti dijalankan dengan penuh khusuk, penuh keimanan dan kepasrahan. Dengan dilandasi semangat itu, H. Soengkono Sidik yakin ibadah haji tidak hanya menjadi rutinitas tahunan ummat Islam, tapi juga bisa menghasilkan manfaat yang luar biasa, baik bagi diri sendiri dan orang lain, khususnya ketika kembali ke lingkungan masing-masing. Berbagai ritual Haji hendaknya benar-benar dihayati dengan sepenuh hati dan banyak mengambil hikmah dan pelajaran penting di setiap aktifitas haji, baik wajib, rukun dan sunah haji. Insya Allah, akan mendapatkan predikat haji mabrur dan mabrurah. Disamping itu, Wabup mengingatkan jama’ah, agar menjaga kesehatan dan fisiknya. Tidak menganggap remeh masalah kebugaran jasmani dan kesehatan , karena di tanah suci kondisi cuasa sangat berubah-rubah. Kadang sangat dingin, kadang sangat panas. bahkan, periode Juli-September merupakan bulan paling panas. “Rata-rata suhu minimum antara 26 hingga 28 derajat celcius, dan rata-rata suhu maksimum mencapai 37 hingga 42 derajat. Lebih baik, ikuti aturan dari pembimbing, aturan yang ditempatkan oleh pemerintah setempat, baik masalah pakaian, cara makan, maupun waktu istirahatnya,”tambahnya. Sementara itu, JCH Kabupaten Sumenep tahun 2012 ini, berjumlah 1.034 orang terbagi atas 4 Kelompok Terbang (Kloter), yakni Kloter 16, 17, 18 dan Kloter 44. Mereka yang tergabung dalam Kloter 16, 17, dan 18, dijadwalkan berangkat ke Surabaya (Asrama Haji Sukolilo) pada Rabu (26/09). Sedangkan Kloter 44, dijadwalkan berangkat ke Surabaya, pada 7 Oktober 2012 mendatang. ( Ren, Esha )