Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 10-03-2014
  • 788 Kali

Hutan Gundul, Perumahan Batuan Diguyur Hujan Kerikil

News Room, Senin ( 10/03 ) Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sumenep, membawa bencana bagi warga yang bermukim di perumahan Desa Batuan. Hujan selama 2 jam, mengakibatkan kerikil di lokasi perbukitan turun kerumah warga yang menyebabkan sedikitnya 178 rumah yang ada di Perumahan Puri Batu Kencana Kecamatan Batuan itu terendam, Minggu (09/03) sore. Selain itu, air bah banjir juga menggerus jalan akses masuk perumahan sepanjang satu kilometer. Tumpukan batu kerikil puluhan ton menutupi setiap pintu masuk kawasan perumahan Batu Kencana. Sugiyatno, Ketua RT 12 RW 02, Blok K mengatakan, tumpukan kerikil yang ikut air hujan dikarenakanhutan dikawasan bukit sudah gundul. Air bah banjir yang perumahan itu merupakan kiriman dari atas gunung sebelah utara perumahan. “Itu kerap terjadi ketika hujan turun. Bukan hanya turun hujan selama dua jam, satu jam saja kalau lebat, kerapkali bah banjir menggenangi perumahan Batu Kencana. Tapi ini yang paling parah, sampai aspal jalan mengelupas,” tuturnya. Ia menduga, kondisi itu diperparah dengan kawasn pegunungan yang pepohonannya sudah banyak yang gundul. Kayu-kayu besar mulai dari kayu jati, mahoni, akasia yang sebelumnya tumbuh lebat kini sudah habis. “Ini juga penyebab air bah banjir dari pegunungan di sebelah utara perumahan ini mengalir ke perumahan,’’terangnya. Sedangkan di kawasan kota Sumenep, hujan lebat itu menggenangi kawasan perumahan Marengan dan perkampungan Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep. Banjir melanda Jalan Kartini, Jalan Agus Salim, Jalan Jati Mas dan Urip Sumoharjo. Tinggi banjir mencapai pinggang orang dewasa. Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Sumenep, Drs. H. Koesman Hadi, M.Si melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana, Syaiful Arifin, membenarkan air bah banjir yang menggenangi ratusan rumah di Perumahan Batu Kencana, Kecamatan Batuan Sumenep. “Kami sudah meninjau lokasi banjir tersebut dan telah berkoordinasi dengan instansi terkait,”tandasnya. Untuk kerugian atas kejadian tersebut, masih dalam pendataan. “Kami masih menghitung dampak kerugian atau kerusakan sarana dan prasana di lokasi bah banjir. Hal itu guna menentukan beberapa titik upaya perbaikan sarana dan prasarana utamanya jalan akses masuk perumahan. Kalau soal bantuan sosial nanti kita koordinasikan dengan Dinas Sosial Sumenep,”ungkapnya. ( Nita, Esha )