News Room, Kamis ( 15/09 ) Pengoperasian Stasiun Sumenep Sumekar Televisi (S3TV) DPRD Sumenep, yang dituding menelan dana Rp. 300 juta untuk pemeliharaan, dibantah oleh Kabag Humas DPRD setempat, Drs. Amiril Muslimin. Menurut Muslim, dana pemeliharaan yang ada setiap tahunnya tidak sampai Rp. 300 juta, justru dibawah Rp. 25 juta. “Saya menjabat Kabag Humas DPRD Sumenep, baru tahun ini. Itu pun APBD sudah berjalan. Berdasarkan data yang ada, dana pemeliharaan untuk S3TV hanya dianggarkan Rp. 25 juta. Itu pun tidak terserap semuanya, hanya terfokus pada barang yang benar-benar aus baru diganti. Kalau mencapai Rp. 300 juta, tentunya S3TV bagus dong,”kata Muslim, pada wartawan di ruang S3TV DPRD Sumenep, Kamis (15/09). Muslim juga mengemukakan, anggaran terbesar S3TV hanya terjadi saat pendirian awal tahun 2003-2004, sebesar Rp. 1,3 milyar. Selanjutnya, anggaran itu dihapus karena dinilai terlalu besar. “Saat ini, kami sedang berupaya melakukan pengajuan kembali untuk mengurus ijin penyiaran S3TV. Kemungkinan di PAK tahun 2011, baru kami ajukan anggaran ijin penyiaran tersebut. Selama ini, S3TV memang mengudara tanpa ijin, karena hanya lokalan sekitar gedung DPRD Sumenep saja,”terangnya. Sebelumnya, LSM Pelangi Madura, mempersoalkan pengoperasian S3TV, karena telah menelan dana pemeliharaan setiap tahunnya cukup tinggi senilai Rp. 300 juta. Sementara, anggota DPRD Sumenep dari Partai Amanat Nasional (PAN), Dwita Andriyani, S.Psi mengungkapkan, anggaran untuk S3TV itu lebih baik diperhitungkan kembali. “Kalau keberadaannya benar-benar dibutuhkan untuk mempublikasikan Dewan, ya tidak masalah. Tapi, kalau lebih banyak tidak bergunanya, mending ditutup saja,”pungkasnya. ( Nita )