News Room, Selasa ( 12/04 ) Curah hujan di Sumenep kembali intens. Padahal, saat ini diklaim BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) sebagai musim transisi. Awal musim kemarau pun sudah diperkirakan pada dasarian 3 April sampai dengan dasarian pertama Mei 2016.
"Memang, saat ini curah hujan intens kembali. Tapi kita belum bisa mengeluarkan rilis, bahwa akan ada perubahan awal musim kemarau tahun ini. Jadi, tunggu hingga dasarian tiga bulan ini. Nanti akan kita update lagi,"kata Prakirawan Cuaca BMKG Kalianget, Endriyono, pada Media Center.
Saat ditanya apakah kemungkinan periode La-Nina akan terjadi tahun ini, Endri tidak bisa memastikan. Namun Endri tidak menampik, jika pihaknya memiliki perkiraan begitu.
"Diperkirakan begitu pak, tetapi kita masih pantau, paling tidak sampai dengan dasarian ke tiga bulan April 2016, sebelum kita update yang terbaru,"katanya, sekali lagi.
La-Nina merupakan kebalikan dari El-Nina. Jika El-Nina menyebabkan kekeringan, maka La-Nina menyebabkan hujan turun sepanjang tahun.
Sebelumnya diberitakan, bahwa berdasar kriteria, pekan ini wilayah Kabupaten Sumenep memasuki musim transisi dari musim hujan ke kemarau. Kriteria musim transisi, hujan dalam satu dekade harian sama dengan 50 milimeter.
"Dan sekarang sudah masuk. Kemudian, jika curah hujan kurang dari 50 milimeter dalam satu dekadenya, berarti musim kemarau sudah datang,"kata Endriyono saat itu. ( Farhan, Esha )