News Room, Kamis ( 04/02 ) Banyaknya para tenga honorer Kategori 2 (K-2) dari berbagai wilayah di Indonesia yang datang ke Jakarta untuk menuntut, agar bisa diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), tidak terkecuali dari Sumenep juga akan segera menyusul rekan-rekannya sesama K-2 untuk melakukan tuntutan yang sama.
Salah seorang honorer K-2 di Sumenep, Abd. Rahman mengaku sudah merapatkan barisan bersama para honorer K-2 lainnya di Sumenep untuk turut menagih janji yang sempat dilontarkan pejabat Men-Pan pada saat para K-2 melakukan aksi demo di Jakarta pada tahun 2015 lalu, untuk mengangkat para honorer K-2 secara bertahap hingga tahun 2019.
“Kami para honorer K-2 sudah kadung gembira dengan pernyataan tersebut, dan kami akan menagih janji itu bersama teman-teman dari sejumlah daerah lainnya di Indonesia,”ungkapnya.
Dikatakan, kedatangannya ke Jakarta pada tanggal 09 Februari mendatang, sekedar untuk mengetuk para pejabat pusat untuk betul-betul memperhatikan nasib para pengabdi negara, yang sudah rela bekerja tanpa upah yang wajar, namun tetap selalu bersabar dengan harapan ada perhatian setelah puluhan tahun mengabdi.
Diakui Rahman, jika persiapan keberangkatan ke Jakarta, hingga saat ini masih tercatat sekitar 120 orang, yakni sekitar 2 bus. Bahkan, dari pengurus PGRI dan Komisi IV DPRD Sumenep menyatakan siap mengawal honorer K-2 ini ke Jakarta untuk memberikan dukungan.
“Kami juga minta dukungan dari masing-masing Fraksi yang ada di DPRD Sumenep untuk menanda tangani surat dukungan, agar nasib honorer K-2 betul-betul diperhatikan,”tambahnya.
Dijelaskan pula, jika tekad para honorer K-2 untuk ke Jakarta sangat besar, sehingga harus rela urunan mengumpulkan biaya, agar bisa berangkat, karena di Sumenep ribuan orang honorer K-2 nasibnya menunggu kebijakan pusat. Dari sekitar 1.400 honorer K-2 di Sumenep sebanyak 80 persen adalah guru, dan sisanya tenaga teknis di sejumlah SKPD. ( Ren, Esha )