Sumenep-Infokom News Room : Puluhan pemuda yang bernaung di bawah bendera Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sumenep, Selasa pagi (28/03) ngluruk gedung DPRD Sumenep, terkait belum dibahasnya Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2006. Ketua HMI Cabang Sumenep, Baihaki Adi menuturkan, kedatangannya ke DPRD ini untuk mendesak anggota Legislatif agar segera membahas APBD, mengingat Struktur Organisasi (SO) yang baru sudah dilaksanakan oleh Eksekutif. Karena itu, pihaknya menyatakan sikap, yakni mendesak Kepada Dinas terkait untuk segera membuat Rancangan Anggaran Satuan Kerja (RASK) secara obyektif dan proporsional. Kemudian, mendesak kepada Anggota DPRD Sumenep untuk segera membahas RAPBD, dan mengesahkannya menjadi APBD, dalam dead-line waktu yang relatif singkat. Selanjutnya, pihaknya juga meminta, agar APBD yang disahkan, untuk dipublikasikan sebagai transparansi pemerintah. Bahkan, Baihaki menandaskan, pihaknya juga meminta agar APBD betul-betul ada keberpihakan dan pemberdayaan terhadap masyarakat. Setelah melakukan orasi selama 1 jam lebih, akhirnya 4 perwakilan dari HMI berhasil menemui Wakil Ketua DPRD Sumenep, Drs. KH. Warits Ilyas. Dalam tatap muka tersebut, Drs. KH. Warits Ilyas menyatakan, pihaknya akan segera membahas RAPBD tersebut. Namun, pihaknya tidak bisa mendead-line waktu RAPBD itu akan disahkan menjadi APBD. Karena pihaknya hanya tinggal menunggu pengajuan RASK dari Eksekutif. Penjelasan yang diberikan Wakil Ketua DPRD tersebut, ternyata dinilai belum bisa memuaskan, sehingga para pemuda itu tetap melanjutkan aksinya, dengan mogok makan di depan gedung DPRD, hingga menunggu kepastian kapan RAPBD tersebut akan disahkan. ( Nita, Esha )