News Room, Senin ( 13/05 ) Target pencapaian inflasi nasional pada 2008 sebesar 6,5 persen, nampaknya tidak akan berhasil. Sebab, sesuai dengan data yang ada, inflasi Sumenep hingga April lalu sudah mencapai 9,43 persen. Dengan pencapaian Inflasi itu, Sumenep mampu menduduki posisi pertama dibandingkan Jawa Timur, sebesar 9,29 persen dan Nasional 8,96 persen. Kasie Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Kadarisman mengatakan, tingginya pencapaian inflasi Sumenep jika terus merangkak naik, apalagi pada bulan Mei dan mampu menembus titik 0,57 persen, maka angka inflasi Kabupaten Sumenep sudah melebihi target nasional yang mencapai 10 persen. Kadarisman menerangkan, pencapaian angka inflasi Sumenep sebesar 9,43 persen itu dihitung secara tahunan, yakni perbandingan antara April 2008 dengan 2007. Namun, apabila dilihat pada bulan April, angka inflasi di Kabupaten Sumenep mencapai 0,86 persen, dan berada di kursi kedua setelah Jawa Timur, yakni sebesar 0,87 persen serta nasional 0,57 persen. “Pencapaian angka inflasi pada bulan April, jika dibandingkan pada bulan Maret 2008, mengalami kenaikan 0,71 persen, sebab angka inflasi pada Maret hanya mencapai 0,15 persen,†terangnya. Kadarisman menambahkan, jika dilihat menurut kelompok barang dan jasa, maka dari 7 kelompok barang dan jasa, 4 kelompok mengalami inflasi, yakni kelompok bahan makanan 2,49 persen, kelompok perumahan 0,57 persen, kelompok kesehatan 0,51 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,18 persen. “Untuk komoditas yang mengalami kenaikan harga sehingga menyebabkan inflasi, diantaranya ikan tongkol, daging sapi, daging ayam ras, pindang asin, minyak tanah, cabe rawit, layang, tomat sayur, telur ayam ras dan daging ayam kampung,†paparnya. ( Nita,Esha )