News Room, Senin ( 01/06 ) Himbauan agar masyarakat petani tembakau oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, ternyata tidak mendapat respon sebagian kalangan petani. Sebab, menurutnya untuk penenaman tembakau pertama memang tidak membutuhkan panas yang berlebihan. Yang penting pada saat pertumbuhannya nanti cuaca bisa bersahabat. Seperti halnya yang diakui salah seorang petani dari Desa Billepora Rebbe, Sahirudin mengaku akan tetap menanam tembakau yang sudah menjadi kebanggaannya sejak sepuluh tahun lalu. Sahirudin, menganggap kendala cuaca merupakan tantangan antara beruntung dan buntung. Sebab, terkadang awal-awalnya saja cuaca kurang baik, tapi ketika pada saatnya tanamannya cukup untuk mendapat udara panas, maka itulah awal keberuntungannya. "Saya pasrahkan saja pada yang diatas. Sebab, inilah pekerjaan saya setiap tahunnya, sementara hasil jagung pada musim kemarau lalu tidak seberapa. Dan hanya cukup untuk makan semusim, sedangkan lauk-pauknya hasil mencari kerja sampingan sebagai tukang kayu,"ujarnya. Berbeda dengan Abdullah, warga Desa Guluk-guluk Kecamatan Guluk-guluk, mengaku saat ini sudah tidak menanam tembakau lagi, apalagi ketika melihat cuaca seperti sekarang ini. Jika tidak hujan, malam harinya sangat dingin. Sebenarnya, Abdullah mengaku trauma tanam tembakau sejak tahun 2006 lalu, namun karena baru sekarang mendengar ada tanaman alternatif lain yang bisa menghasilkan secara terus-menerus, pihaknya mencoba musim tanam tahun ini. "Saya mencoba tanaman kedelai dan kacang-kacangan, maunya untuk kedelai semua, tapi masih ada sisa lahan sebelahnya saya tanam kacang hijau,"ujar Abdullah. Awalnya, Abdullah tertarik untuk menanam kedelai, pada saat salah satu kelompok tani di Desa Guluk-guluk mendapat kunjungan Tim Penilai dari Jakarta. Dan besoknya, ketika bertanya kepada salah seorang anggota kelompok itu, Abdullah tertarik. Apalagi katanya, berapapun hasil tanaman kedelai masih belum mencukupi kebutuhan pabrikan. Dan tak ada salahnya mencoba, siapa tahu itu merupakan awal keberuntungannya. ( Ren, Esha )