Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 18-09-2008
  • 452 Kali

Himbau Petani Beralih Ke Tanaman Alternatif

News Room, Kamis (18/09) Untuk mengantisipasi over produksi tanaman tembakau di tahun mendatang, Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Sumenep menghimbau petani untuk tidak terus memaksakan diri kembali melakukan penanaman tembakau, khususnya di areal persawahan. Sebab, biasanya ketika panen tembakau cukup berhasil tahun ini, ditahun berikutnya petani justeru semakin semangat untuk melakukan penanaman tembakau kembali. Sehingga bisa diprediksikan akan terjadi penanaman tembakau besar-besaran seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Perkebunan Dishutbun Sumenep, Ir. Bambang Haryanto di kantornya, Kamis (18/09). Menanggapi masih adanya sebagian tembakau sawah yang tidak terbeli oleh gudang pembeli tembakau di Sumenep. ”Sebaiknya lahan yang kurang layak ditanami tembakau, petani tidak memaksanakan diri menanam, apalagi biasanya di areal persawahan selalu melaksanakan penanaman setelah panen padi kedua, jadi panennya juga terlambat.” ujarnya. Menurut Bambang, sebaiknya mengembangkan tanaman alternatif lain, seperti, kedelai, mente, cabe jamu dan berbagai tanaman palawija lainnya, yang bisa tumbuh ketika musim kemarau.(ren) Bahkan tegas Bambang, pontensi yang dimiliki setiap daerah perlu tetap dijaga komoditasnya agar tetap produktif. Seperti halnya komoditas cabe jamu di Kecamatan Bluto, yang bisa menghasilkan sekitar Rp. 15 ribu sampai Rp. 20 ribu/kg. Disamping itu terus dilakukan pengadaaan dan rehabilitasi tanaman yang sudah tua dan kurang produktif untuk diremajakan. Bahkan Sumenep memiliki areal tanaman cabe jamu sekitar 2000 hektar, dengan hasil panen sekitar 3-5 ton setiap kali panen. (Ren, Adjie)