Kota-Kominfo News Room : Pelaksanaan pesta demokrasi rakyat Desa Pandian Kecamatan Kota Sumenep melalui Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dilaksanakan Kamis kemarin (19/04) menampilkan 2 orang kandidat, masing-masing Nurul Imam, S.Sos dan Moh. Hanafi Adnan itu berlangsung demokratis dan kondusif, walaupun penghitungan hasil suara Pilkades itu sempat tertunda pada keesokan harinya, Jum’at (20/04) sekitar pukul 16.20 hingga pukul 21.30 WIB. Hal ini terjadi karena adanya protes dari salah satu calon, terkait dengan kelebihan undangan dan surat suara, sehingga kotak suara tersebut sempat diamankan di Polres Sumenep. Setelah dilakukan penghitungan suara Nurul Imam, S.Sos sementara unggul dengan memperoleh dukungan sebanyak 1.766 suara, sedangkan pesaingnya Moh. Hanafi memperoleh dukungan sebanyak 991 suara dari jumlah hak pilih sebanyak 3.161 orang. Hak pilih yang tidak hadir sebanyak 358 orang, dan tidak sah sebanyak 46 suara. Camat Kota Sumenep, Drs. H. Moh. Sirad Aidy, M.Si ketika membuka pelaksanaan Pilkades Pandian itu mengatakan, setiap kekalahan, baik dalam bentuk apapun juga selalu membuat manusia mengeluh dan berfikir. Secara filosofis H. Moh. Sirad menjelaskan, ia selalu memberi dorongan kepada dirinya sendiri dan membuktikan siapa dirinya itu sebenarnya. Ia ingin mengalahkan kekalahan itu dan bukan ditundukkan oleh kekalahan selama-lamanya, dan orang yang sering mengalami kekalahan akan lebih banyak menjadi manusia yang berhasil. ( JuP-01, Esha )