News Room, Rabu ( 28/01 ) Masyarakat nelayan Desa Ban Maleng Kecamatan Giligenting bisa dibilang sukses dengan usaha rumput lautnya, meskipun dalam beberapa tahun ini mereka merasa penghasilannya berkurang dari sebelumnya. Sebab, sejak 2007 lalu harga rumput laut menurun. Padahal, pada tahun 2000 hingga 2004 hasil rumput laut disana sangat tinggi. Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Ban Maleng, H. Moh. Rakib, kepada News Room. Diakui, meski harga menurun, namun masyarakat tetap membudidaya rumput laut, walau hasilnya tidak seperti dulu. Disamping budi daya rumput laut, masyarakat nelayan juga memilih tetap mencari ikan teri, karena harga ikan ini tetap stabil dan hasilnya tetap menguntungkan nelayan. “Dalam sehari masyarakat nelayan disini bisa menghasilkan ratusan ton dari sekitar 50 perahu yang menangkap ikan dengan harga sekitar Rp. 50.000,00 hingga Rp. 60.000,00 per-kilogramnya,â€Âujar H. Moh. Rakib. Sementara ada beberapa pengusaha lokal maupun dari luar yang menjadi pemasok ke beberapa perusahaan ikan teri yang ada di Sumenep, maupun luar Kabupaten Sumenep. Diakui, pada musim penghujan saat ini, keberadaan ikan teri memang tidak sebanyak bulan 10 dan 11 tahun sebelumnya. Namun penurunannya tidak sampai 50 persen. Lebih lanjut H. Moh. Rakib berharap, dengan potensi yang dimiliki akan menjadi perhatian pemerintah melalui pihak terkait. Jika sebelumnya sebagian masyarakat mendapat bantuan alat tangkap ikan berupa jaring yang cocok untuk ikan besar dan kepiting, diharapkan bantuan berikutnya merupakan jaring yang cocok untuk nelayan penangkap ikan teri. ( Ren, Esha )