News Room, Senin ( 03/05 ) Hasil panen perdana tahun 2010 ini di Desa Muangan Kecamatan Saronggi sudah bisa menikmati hasil panen gabah dengan puas, yakni untuk bibit lokal bisa memperoleh hasil produksi sekitar 7 ton/hektar dan untuk bibit Hibrida bisa menghasilkan 9 hingga 10 ton/hektar. Kepala Desa Muangan, Suharto mengakui jika dalam 4 tahun berjalan masa panen gabah di Desanya cukup memuaskan petani, seperti pada masa sebelum terjadi banjir kiriman dari sungai Kebunagung yang sempat meluap dan menenggelamkan seluruh lahan pertanian di 3 Desa, yakni Desa muangan, Saronggi dan Juluk. “Syukurlah, masyarakat sudah tenang menggarap lahan pertaniannya, meskipun memang mayoritas petani di Desa kami hanya sebagai pekerja saja, karena lahan yang ada banyak yang bukan milik petani sendiri,â€Âujarnya. Dijelaskan, dari luas areal pertanian di Desa Muangan sekitar 220,23 hektar, sekitar 60 persen merupakan tanah pecaton Kades dari berbagai Desa di Sumenep. Sedangkan masyarakat Desa Muangan sendiri dari sekitar 360 KK, sebagian besar yang tidak memiliki lahan masih kecipratan sebagai buruh tani saja. Karena itu, Suharto berharap untuk lebih memberikan kesejahteraan bagi warganya, berharap adanya bantuan ternak sapi dan kambing yang selama ini di Desanya sangat cocok dijadikan tempat penggemukan. Karena, makanan ternak yang dibutuhkan disana cukup memadai. Apalagi tegas Suharto, selain usaha pertanian dan peternakan bagi warga Desanya belum bisa dimaksinalkan. Meskipun sebagian juga ada yang memulai usaha tambak ikan. Namun itu masih dilakukan dengan uji coba sebagian warga yang kebetulan memiliki lahan yang dekat dengan lahan tambak perbatasan Desa Nambakor. ( Ren, Esha )