Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-07-2010
  • 322 Kali

Harkop Ke 63, Jadikan Motivasi Dan Evaluasi Perkembangannya

News Room, Senin ( 12/07 ) Pada Hari Koperasi yang ke 63 tahun 2010 kali ini, diharapkan menjadi motivasi dan evaluasi bagi perkembangan perkoperasian di Indonesia. Karena itu, khususnya di Kabupaten Sumenep yang jumlah kopersianya tergolong banyak hingga mencapai 800 koperasi, perlu terus digugah agar bisa tumbuh berkembang secara mandiri dan tangguh. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sumenep, H. Achamd Masuni, SE, MM kepada sejumlah wartawan tadi siang, Senin (12/07) di kantornya. Diakui, dalam beberapa tahun ini memang ada sekitar 40 persen koperasi dari jumlah kopersai yang ada dan tumbuh subur sejak masa KUT ditahun 1998-1999 lalu memang perlu dilakukan penyegaran. “Sebab, beberapa pengurus dan anggotanya sudah tidak aktif, jika dalam beberapa kali pembinaan koperasi tersebut belum juga sehat, maka kami akan membekukan koperasi tersebut,”tegas H. Masuni. Hal itu dilakukan, sehubungan dengan jumlah kopersi yang sangat pesat, namun pada kenyataannya beberapa diantaranya hanya tinggal nama tanpa ada kegiatan dan kepengurusannya. Untuk itu, bagi kopersi yang masih eksis melaksanakan aktifitas dan kepengurusannya solit, perlu untuk terus dimotivasi. Bahkan, perlu terus mendapat suntikan modal dan sebagainya, agar lebih berkembang. Sedangkan dari jumlah koperasi tersebut belum termasuk Koperasi Wanita (Kopwan) yang terbentuk dimasing-masing Desa 1 Kopwan. Bahkan, pihaknya masih berupaya mengkoordinasikan dengan pihak Legislatif bagi Desa yang memiliki jumlah penduduk padat bisa ditambah 1 Kopwan lagi dengan menggunakan dana sharing APBD Kabupaten Sumenep. “Sebab, rasanya kurang adil ketika jumlah penduduknya bisa 2 sampai 3 kali lipat dari Desa lainnya, keberadaan Kopwannya hanya 1 saja, sehingga akan sulit menyentuh masyarakat di Desa tersebut,”tambahnya. Namun, jelas H. Masuni bagi masyarakat Desa yang juga memiliki Koperasi Wanita yang terbentuk diluar Kopersi yang merupakan program pemerintah, baik itu 2 hingga 5 Kopwan, hendaknya bisa bergabung dengan Kopwan yang dibentuk dimasing-masing Desa, sehingga secara organisasi lebih terkoordinir dengan baik dan bisa lebih berkembang secara bersama-sama. Sebab, dari beberapa Kopwan yang awalnya hanya dengan bantuan modal Rp. 25 juta dan anggota hanya 20 orang, kali ini sudah banyak yang berkembang memiliki modal lebih, dan anggota mencapai 30 hingga 50 orang. Hal itu menunjukkan respon masyarakat cukup baik terhadap keberadaan Kopwan. ( Ren, Esha )