Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 20-05-2008
  • 514 Kali

Harkitnas Sebagai Momentum Tunjukkan Jari Diri Bangsa

News Room, Selasa ( 20/05 ) Banyak cara dalam memperingati 100 Tahun Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), salah satunya yang digelar oleh para pemerhati dan pelaku seni Kabupaten Sumenep dengan menggagas Pagelaran Seni dan Budaya 100 tahun Kebangkitan Nasional yang diisi oleh berbagai pertunjukan seni, baik indor maupun out door sebagai apresiasi dan usaha para pemerhati dan pelaku seni untuk membangkitkan kembali rasa nasionalime berbangsa dan bernegara. Hal tersebut disampaikan H. Halili Ersyad saat dikonfirmasi News Room pada acara Pagelaran Seni dan Budaya 100 Tahun Harkitnas yang digelar dari 19 hingga 20 Mei 2008 di Gedung Kesenian dan halaman RRI Stasiun Sumenep. H. Halili mngatakan, Pagelaran Seni dan Budaya 100 Tahun Kebangkitan Nasional ini juga merupakan rangkaian acara dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional di Kabupaten Sumenep yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten, DPRD dan Polres Sumenep, serta berbagai pihak selaku sponsor ship, dengan rangkaian acara antara lain pementasan teater dari 28 komunitas teater yang ada di Sumenep. Staf Manager untuk pertujukan Indoor, Fausi yang juga merupakan budayawan muda Sumenep mengungkapkan, pementasan teater oleh 28 komunitas teater tersebut bertujuan untuk menjadikan momentum Kebangkitan Nasional sebagai spirit bagi para pemerhati para pelaku seni, khususnya teater untuk senantiasa berproses sebagai insan yang berkesenian dan berkebangsaan. Tidak hanya itu, momentum Hari Kebangkitan Nasional juga untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dan kecintaan seluruh rakyat Indonesia terharap Negara Indonesia, serta memupuk rasa solidaritas yang coba dibangun dalam lingkup kebudayaan di masing-masing daerah yang memiliki nilai etnik dan lokalitas yang harus diperjuangkan dari pengaruh budaya urban dan budaya hibrid yang ternyata tidak menampakkan identitas kita sebagai bangsa Indonesia. Selain itu, pagelaran seni dan budaya tersebut juga mampilkan pagelaran musik, baik musik tradisional, kontemporer,dan modern kasil kreasi pemuda Sumenep mulai dari musik Ul Daul (Tong-tong) oleh Group Angin Ribut Pasongsongan, Gambus oleh Al-Farobi Sumenep, Musikaslisasi Puisi oleh Siswa SD Batuan I Sumenep, serta pertunjukan musik modern dari Group Band lkal yang ada di Sumenep. Ada yang menarik pada pagelaran seni dan budaya 100 Tahun Kebangkitan Nasional ini yaitu camebacknya para pentolan Group Rock Band “Saltis” yang merupakan group band legendaris asal Sumenep, diantaranya Sade Ghozal, Awek Labeng, Enjas yang berkolaborasi dengan musisi-musisi muda dalam satu panggung. Kembalinya mereka dalam satu panggung yang telah membesarkan nama mereka seolah-olah menyimbolkan kebangkitan nasional dan mengajak seluruh generasi muda untuk lebih menyintai bangsa dan negara ini dengan membawakan lagu “Satu Nusa Satu Bangsa” dan “Sadar” yang merupakan lagu hits mereka, sehingga pertunjukan tersebut cukup mengobati kerinduan para penggemar yang haus akan aksi mereka diatas panggung. Disinggung tentang apa yang melatar belakangi mereka kembali beraksi diatas panggung, Abdul Kadir (Sade Ghozal) yang juga selaku Pimpinan Radio Gema Sumekar (RGS) ini mengatakan, pagelaran tersebut merupakan kontribusi kita kepada masyarakat untuk kembali menyadarkan akan pentingnya rasa cinta tanah air. Ia berpesan, dengan momentum peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional ini, kita sebagai bangsa Indonesia harus senantiasa lebih baik dari hari kemarin, seperti yang telah dicita-citakan para pendahulu kita. ( Gun, Esha )