Sumenep-Infokom News Room : Hari pertama Lomba Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) 10 Juz yang dilaksanakan di Masjid Riyadus Shalihin, Minggu (03/07), menampilkan 29 peserta dari 65 peserta terdaftar. Dalam pelaksanaan MHQ tersebut, masing-masing peserta berusaha semaksimal mungkin menunjukkan kefasihannya menghafal Al-Qur’an sebanyak 10 Juz. Namun, yang menjadi kriteria penilian dari Dewan Hakim MHQ, bukan hanya dari segi menghafal, tapi penghafalan Al-Qur’an itu harus disertai dengan pengucapan yang jelas, baik kejelasan panjang pendeknya ayat, kejelasan membaca ayat meliputi tebal tipisnya ayat, yang dikenal dengan tajwidz maupun menguasai waktu yang ditentukan Dewan Hakim. Menurut Panitera MHQ, Drs. H. Robaini, mekanisme penilain MHQ tersebut tidak akan ditentukan secara spontanitas, melainkan mengambil nilai tengah diantara ke 3 hakim penilai dalam bidangnya masing-masing. Robani menerangkan, mekanisme penilaian itu dirancang sedetail mungkin, supaya tidak terkesan asal-asalan, karena moment tersebut bukan hanya menampilkan kemeriahan saja, tapi ke-objektifan penilaian yang menjadi ujung tombak keberhasilan MTQ XXI Jawa Timur di Kabupaten Sumenep ini. Pelaksanaan MHQ tersebut berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB dengan situasi kondusif, aman dan lancar. Pelaksanaan MHQ tersebut, terdiri dari 2 bagian, yakni 10 juz dan 20 juz. Namun, Dewan hakim MHQ, yang diketuai Drs. H. Musta’in, pelaksanaan lomba MHQ dibagi 2, yakni tanggal 3 dan 4 Juli digunakan untuk lomba MHQ 10 juz, kemudian untuk lomba MHQ 20 juz akan digelar tanggal 5 dan 6 Juli. Sedangkan, untuk final dari MHQ tersebut, berdasarkan jadwal yang sudah ditetapkan, akan dilaksanakan pada tanggal 7 Juli nanti, sehingga, sistem yang terapkan dalam MHQ itu, peserta secara langsung dinyatakan sudah memasuki tahap penyisihan, yang selanjutnya bagi peserta yang nilainya paling tinggi, berhak mengikuti tahap terakhir, yakni babak final. ( Nita, Esha )