News Room, Senin (10/11) Puluhan aktifis yang bernaung dibawah bendera Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep versi konfrensi luar biasa (KLB), turun jalan mengkritisi penurunan harga BBM yang hanya Rp500 per liter. Aksi itu dilakukan bertepatan pada peringatan Hari Pahlawan, Senian (10/11), di depan taman adipura, Kota Sumenep. Kebijakan penurunan harga BBM itu dinilai tidak seimbang dan tidak memihak kepada rakyat. Sebab ketika dulu pemerintah menaikkan harga BBM, itu jauh lebih besar dibandingkan penurunan saat ini. “Pemerintah masih setengah hati dalam mengeluarkan kebijakan menurunkan harga BBM ini. Seharusnya, penurunan itu sebanding dengan ketika menaikkan harga BBM,†kata Ketua Umum PMII Sumenep (Versi KLB), Pusawi, dalam orasinya. Ia menilai, pemerintah tidak konsisten dengan logika fluktuasi harga BBM yang diajukan pemerintah selama ini. Sejak Juni 2005 harga BBM dalam negeri Rp. 4.500,- per liter, sebab harga minyak mentah dunia berkisar 65 USD per barel. Setelah harga itu naik menjadi 140 USD per barel pada Mei 2008, harga BBM (premium) dalam negeri di naikkan sebesar Rp 1.500,- menjadi Rp. 6.000,- per liter. “Setelah harga minyak turun kembali ke kisaran USD 65-70 per barel, pemerintah menurunkan harga BBM bensin hanya sebesar Rp500. Itu kan tak seimbang dengan kenaikan sebelumnya,†terangnya. Ia menerangkan, penurunan harga BBM yang akan diberlakukan 1 Desember 2008 mendatang, memang merupakan angin segar bagi rakyat, tapi pemerintah masih setengah hati atau tidak ikhlas, dengan alasan sepeti diungkapkannya dalam orasi. Karena itu, PMII Sumenep Versi KLB, menyerukan kepada pemerintah untuk selalu memihak rakyat, serta memperjuangkan kesejahteraan rakyat secara total sebagaimana pahlawan, tidak mengkhianati perjuangan dan pengorbanan pahlawan bangsa Indonesia, dengan menurunkan harga BBM secara proporsional. Sebelum membubarkan diri, para aktifivis menggelar shalat ghaib yang ditujukan untuk para pahlawan yang dipandu seorang imam. (Nita, Adjie)