News Room, Rabu ( 02/10 ) Momentum Hari Batik Nasional menjadi hal yang menarik bagi siswi di Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Aqidah Usymuni Terate Pandian Sumenep. Pasalnya, para siswi melaksanakan kegiatan mendesain di kertas gambar dan membatik di kain putih yang disediakan pembimbingnya. Pengasuh Ponpes Aqidah Usymuni Terate, Hj. Dewi Khalifah, SH, MH kepada wartawan, Rabu (02/10) menjelaskan, kegiatan mendesain dan membatik bagi siswi MTs dan MA, yang bersamaan dengan Hari Batik Nasional, bertujuan ingin berusaha mengenalkan batik sedini mungkin bagi siswinya, sehingga ketika terjun di masyarakat setelah keluar dari pesantren bisa mengembangkan usaha batik. “Diharapkan nantinya, mereka ada keinginan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui batik di daerahnya, termasuk sisi yang berasal dari kepulauan,”ujarnya. Bahkan, diakui mantan anggota DPRD Sumenep ini, saat ini dari hasil batik, baik yang dihasilkan para siswa dan alumni siswanya sudah mampu mengembangkan usahanya di 4 Kecamatan. Sedikitnya, dalam sebulan mereka bisa menghasilkan karya batik 200 hingga 300 meter lembar kain, sehingga mampu menumbuhkan ekonomi dan produktif ditengah masyarakat, seperti Pragaan, Saronggi, Kota Sumenep, dan di Kecamatan Guuk-guluk. Jenis batik tulis yang dihasilkan, biasanya sesuai dengan potensi lokal yang ada di Sumenep, yang saat ini sudah memiliki beberapa jenis nama batik yang masih akan dipantenkan, seperti halnya malate sato or, yang biasa digunakan para pengantin, serta beberapa motif baru yang sedang berkembang di masyarakat. Sementara salah seorang siswi kelas XII, Dewi Ardiyanti, mengaku sangat menyukai kegiatan batik tulis, karena disampaing memiliki nilai plus bagi dirinya dan juga nantinya ketrampilan yang diperoleh bisa dikembangkan di rumahnya. “Mudah-mudahan, batik tulis Sumenep ini akan terus berkembang hingga saya juga bisa menghasilkan ekonomi dari membatik ini,”pungkas siswi asal Kepulauan Raas ini. ( Ren, Esha )