Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 07-09-2016
  • 525 Kali

Hari Aksara Internasional, 7 Kecamatan Bebas Buta Aksara

News Room, Kamis ( 08/09 ) Pada Hari Aksara Internasional (HAI) Tahun 2016 hari ini, Kamis (08/09) menjadi sebuah momentum bagi seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia, untuk terus berpacu, agar masyarakatnya betul-betul bebas dari buta aksara, seperti halnya yang dilakukan di Kabupaten Sumenep. 

Di Hari Aksara Internasional tahun ini, Kabupaten Sumenep mengklaim sudah ada 7 Kecamatan dari 27 Kecamatan yang ada di ujung timur Pulau Madura ini, bebas dari buta aksara.

Ke tujuh Kecamatan itu, yakni Kecamatan Kota Sumenep, Batuan, Saronggi, Kalianget, Manding, Bluto, dan Kecamatan Ganding.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep melalui Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Drs. Misbahul Munir, M.Si, kepada News Room, Kamis (08/09) mengungkapkan, sebenarnya target penuntasan warga buta aksara 100 persen, sehingga pihaknya harus terus berpacu melawan buta aksara dengan berbagai program melek aksara.

“Dalam menuntaskan buta aksara di Kabupaten Sumenep, tentunya juga perlu ditunjang dana yang tidak sedikit,”ungkapnya.

Karena itu tegas Munir, program keaksaraan Fungsional (KF) perlu terus dilakukan, agar penuntasan buta aksara bisa merata di semua wilayah di Sumenep.

Bahkan, Kabupaten Sumenep sudah gencar melaksanakan program KF sejak tahun 2011 lalu, sehubungan angka buta aksara di Sumenep menempati posisi tertinggi ke 2 di Jawa Timur. Yakni, sesuai data hasil Sensus Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010, total buta aksara di Sumenep sebanyak 134.540 orang.

Namun, saat ini dari total buta aksara, sebanyak 57 persen atau sekitar 76.687 orang sudah melek aksara. Yang berarti, masih sebanyak 43 persen atau sekitar 57.850 orang masih dalam proses pengentasan.

“Dan pada tahun 2016, Kabupaten Sumenep mengalokasikan dana sebesar Rp.1,8 milyar dengan target 5.000 warga melek baca, dan target 2.000 warga melek baca lainnya, dialokasikan dari APBN,”tandasnya. ( Ren, Esha )