News Room, Senin ( 12/09 ) Harga tembakau di Madura khususnya di Kabupaten Sumenep, dalam beberapa hari ini mulai ada penurunan harga. Hal tersebut diakui sejumlah pengusaha tembakau di Sumenep, karena disebabkan semakin menurunnya kwalitas tembakau yang ada di masyarakat Bahkan, terancam pula dengan banyaknya tembakau yang sudah dicampur solang (daun tembakau yang tumbuh kembali sesudah dipetik. red). Hal tersebut diakui oleh salah seorang pengusaha tembakau di Desa Pekandangan Kecamatan Bluto, Jufri. Menurutnya, penurunan harga tembakau bisa menurun secara drastis, kalau petani masih tetap melakukan cara-cara yang tidak baik seperti itu. Saat ini saja harga tembakau sudah pada target grade A. Rp.43.000/Kg, sedang untuk grade B. dan C. antara Rp. 36.000,00 hingga Rp. 40.000,00/kilogram. “Disamping itu, kemungkinan besar tembakau di sejumlah tempat sudah hampir habis, sehingga terkadang belum waktunya untuk panen sudah dipanen,”ujarnya. Hal yang sama diungkapkan pemilik gudang di Desa Kopedi Kecamatan Bluto, H. Hafid. Meskipun diakui ada penurunan dari hari-hari pertama melakukan pembelian tembakau di gudangnya, namun pihaknya tetap berupaya menghargai usaha para petani dalam berusaha di tahun ini. Hanya saja, yang terpenting petani juga tetap konsekuen dengan kwalitas tembakau yang di juanya. Sebab, terkadang mereka justeru mencurigai pedagang dan pabrikan dalam mempermainkan harga. Padahal sebagian petani sendiri yang merusak harga dengan kwalitas tembakaunya yang belum waktunya dipanen maupun dicampur dan sebagainya. “Kami sarankan petani tidak mudah putus asa, dengan tergesa-gesa untuk panen padhal belum waktunya, apalagi dicampur dengan tembakau sawah yang merusak kwalitas tembakau yang sudah baik,”pungkasnya. ( Ren, Esha )