Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 09-11-2009
  • 763 Kali

Harga Telur Tak Stabil, Para Peternak Kelimpungan

News Room, Senin ( 09/11 ) Tidak stabilnya harga telur dalam beberapa bulan ini, membuat para peternak ayam petelur di Dusun Masaran Desa Saroka Kecamatan Saronggi. Sedikitnya ada sekitar 30 hingga 40 peternak ayam petelur yang ada di Desa Masaran saat ini harus pontang panting mencari jalan keluar untuk menutupi kebutuhan makanan ayam yang malah lebih besar dari hasil penjualan telur ayam. Kepala Desa Saroka, H. Moh. Sajuri ketika ditemui News Room, Senin (09/11) mengungkapkan, puluhan peternak ayam petelur di Desanya, saat ini memang lagi kurang beruntung. Sebab, disamping harga jual telur menurun, puluhan ayam petelur juga banyak yang mati dalam jumlah besar. “Para peternak disini juga banyak mengeluhkan ayam mereka mati dalam jumlah besar , dari sekitar rata-rata 3.000 hingga 4.000 ayam rata-rata seperempat hingga separuh ayam mereka mati,”ujar H. Sajuri. Menurutnya, dengan kerugian yang dialami peternak tersebut, pihaknya tidak banyak tahu. Ada kemungkinan karena saat ini musim kemarau panjang, sehingga cuaca tidak stabil. Jika siang cuaca sangat panas dan ketika malam cuaca dingin, sehingga membuat ayam tidak betah bertahan hidup. Sebenarnya tegas Kades berkumis tipis ini, keadaan para peternak ayam petelur di Desanya mengalami kerugian sejak saat terjadi krisis moneter tahun 1997 lalu, sehingga membuat para peternak yang waktu itu mayoritas masyarakatnya sebagai peternak ayam petelur, gulung tikar dan tersisa sekitar 405 dari jumlah peternak sebelumnya. Dijelaskan, dalam beberapa tahun terakhir beberapa peternak memang tetap bertahan, meskipun harga telur tidak bisa diprediksi. Sebab, jika harga turun dalam beberapa hari saja, para peternak bisa merugi jutaan rupiah. Namun, keadaan tersebut tetap dipertahankan para peternak, sebab ketika harga jual telur mulai mahal, juga memiliki hasil yang cukup bagus, sehingga bisa menutupi hutang kepada pihak ketiga pada saat merugi. Karena itu, H. Sajuri berharap kepada pihak instansi terkait, seperti Dinas Peternakan Kabupaten Sumenep untuk selalu melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap keberadaan peternakan ayam petelur di Desa Saroka. Bahkan jika memungkinkan adanya bantuan pengembangan usaha, seperti yang diberikan kepada peternak sapi dan sebagainya. Disamping itu juga pembinaan terhadap pola penjualan dan sebagainya, sehingga tidak malah dirusak oleh harga telur ayam yang biasanya datang dari luar Madura. ( Ren, Esha )