News Room, Selasa ( 22/04 ) Naiknya harga pakan ayam di pasaran, bukan hanya mempengaruhi terhadap kenaikan harga telur, tapi juga berdampak negatif bagi para penjual. Sebab, dengan adanya kenaikan harga telur, jumlah pembeli juga mengalami penurunan hampir mencapai 25 persen. Salah seorang penjual telur ayam di Pasar Anom, H. Anwari mengakui, jika pembeli saat ini menurun dibandingkan sebelum ada kenaikan harga telur, yang hingga saat ini mencapai Rp. 800,- dari harga normal Rp. 600,- per-biji. Kenaikan harga telur itu, memang patut dilakukan, mengingat harga pakan ayam terus meroket, sehingga para peternak ayam petelur hingga penjual telur, mau tidak mau juga menaikkan harga telur. “Saya sudah menyadari jika harga telur naik, akan mempengaruhi jumlah pembeli dan itu terbukti, sekarang pembeli sangat turun,†ujarnya. Anwari menjelaskan, meski harga telur naik, namun pasokan telur lancar-lancar saja. Sebab, penurunan jumlah pembeli itu bukan penghambat bagi penjualan telur, karena walaupun penjulan telur mengalami kendala, yakni tidak lancar seperti hari-hari sebelumnya, yang pada biasanya per-hari telur dagangannya terjual 20 ikat, yakni 15 kilogram atau 240 biji, tapi semua telur berhasil terjual dengan lancar.( Nita, Soek )