Sumenep-Infokom News Room : Naiknya harga BBM sejak awal Maret lalu, yang diperkirakan berdampak terhadap meroketnya harga sembako, ternyata tidak terbukti. Pasalnya harga sembako masih dinyatakan relatif stabil, bahkan beberapa kebutuhan, seperti daging dan beras mengalami penurunan harga dari sebelumnya. Hanya saja turunnya harga daging yang saat ini Rp. 37 ribu, animo masyarakat untuk membeli daging mengalami penurunan drastis dibandingkan bulan lalu. Seperti yang dikisahkan salah seorang pedagang, Wiwik, menurutnya turunnya masyarakat untuk membeli daging bukan bergantung pada naik turunnya harga daging, tetapi hal itu tergantung pada musim, misalnya jika pada bulan tertentu masyarakat lagi getol-getolnya melaksanakan acara pernikahan, maka dipastikan pembelian daging semakin meningkat, bahkan diakui stok daging sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan masyaratakat itu. Ditempat yang sama, Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, Ir. Budi Dadik, MM melalui Kasubdin Perdagangan, Erfandi mengatakan, harga sembako dipasar sebetulnya ada yang naik dan ada yang turun dibanding tahun sebelumnya, seperti halnya harga beras ikan paus yang sebelumnya Rp. 76 ribu turun menjadi Rp. 74 ribu. Diterangkan, turunnya harga beras itu disebabkan saat ini musim panen. Dijelaskan pula, kebutuhan pokok lainnya, seperti gula pasir hingga saat ini harganya masih stabil, yakni berkisar antara Rp. 5.600,- hingga Rp. 5.700,-, akan tetapi menurut Erfan, kenaikan harga itu justru terjadi pada harga sayur mayur yang berkisar Rp. 250,- hingga Rp. 500,-. Disinggung kelangkaan minyak tanah, Erfan menerangkan, sebenarnya minyak tanah tidak mengalami kelangkaan, hanya saja masyarakat pengguna semakin hari kian bertambah, terbukti dari informasi yang ditangkap pihaknya, bahwa sebagian nelayan mengkomsumsi minyak tanah, disamping itu akibat issue adanya kelangkaan minyak tanah, sehingga komsumen yang biasanya membeli 1 atau 2 liter, namun ternyata mereka membeli hingga mencapai 10 hingga 20 liter. ( Yasik, Esha )