Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 04-04-2011
  • 434 Kali

Harga Mitan Di Pulau Sumenep Capai Rp.12 Ribu, Warga Mengeluh

News Room, Senin ( 04/04 ) Warga pulau Kangean dan Sapeken, Kabupaten Sumenep, mengeluhkan melambungnya harga minyak tanah (mitan) yang mencapai Rp.12.000,00 per-liter. Anggota DPRD Sumenep asal kepulauan, Badrul Aini menjelaskan, kondisi ini diakibatkan menghilangnya minyak tanah dipasaran, sehingga harga terus melambung. “Saat ini harga minyak tanah di pulau Kangean, per liternya Rp. 10.000,00. Di Sapeken malah mencapai Rp. 12.000,00. Itupun stoknya sangat langka. Diduga, kelangkaan minyak tanah itu akibat tidak ada lagi pengiriman minyak tanah bersubsidi dari agen-agen. Padahal konversi di kepulauan baru berjalan 15 persen,”katanya. Minyak tanah bagi warga kepulauan, kata Badrul, merupakan kebutuhan penting, karena tidak hanya untuk memasak, melainkan juga untuk penerangan. “Kami mendesak agar ada langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, untuk menyelesaikan persoalan tersebut,”ujarnya. Sementara Kepala Bagian Perekonomian Setkab Sumenep, Drs. H. Syaiful Bahri, M.Si mengakui adanya penghentian suplai minyak tanah bersubsidi dari agen. “Sejak tanggal 1 April kemarin, beberapa agen sudah dihentikan untuk mensuplai minyak tanah. Akibatnya, warga pulau Kangean dan Sapeken kalang kabut dengan tingginya harga mitan. Langkah kami, kedepan akan tagih janji BPH Migas yang tetap akan mendistribusikan minyak tanah bersubsidi ke kepulauan meskipun sudah melaksanakan konversi,”terangnya. Selain itu, kata Syaiful, dalam waktu dekat pihaknya segera menggelar rapat dengan Tim Penanggulangan Kelangkaan BBM untuk mengatasi persoalan tersebut. “Persoalan ini perlu penanganan secepat mungkin, karena begitu pentingnya minyak tanah bagi warga pulau terutama nelayan, mengingat konversi mitan ke gas untuk pulau tersebut baru tersalurkan 15 persen,”ungkapnya. ( Nita, Esha )